Qurban dan Menyembelih Ego

oleh

Oleh : Nasril, Lc, MA*

Idul Adha tahun ini berbeda dari sebelumnya. Karena pandemi, jemaah haji batal berangkat dari Indonesia. Namun, tidak ada jemaah haji, bukan berarti tidak ada Arafah, juga bukan berarti tidak ada hari tasyrik. Puasa Arafah tetap disunnahkan, begitu juga dengan menyembelih qurban.

Sebagian kita mungkin telah menyambut dengan hewan qurban terbaiknya masing-masing. Bahkan ada yang menabung sejak setahun lalu untuk membeli dan menyerahkan hewan ke panitia pelaksana ibadah qurban.

Ada juga sebagian kita yang meski mampu, tapi enggan berqurban. Idul Adha disambut sebatas seremonial saja. Padahal qurban merupakan salah satu cara wujud kecintaan kita kepada sang Pencipta, Allah SWT.

Sejenak, mari melihat kembali keteladanan pengorbanan Nabi Ibrahim as karena kecintaannya kepada Allah SWT. Dia mantap dan ikhlas melaksanakan perintah Allah untuk menyembelih anak kesayangannya yang telah lama dinantikan, Nabi Ismail as. Saat perintah akan dilaksanakan, Allah gantikan Nabi Ismail dengan kibas (domba).

Ibadah qurban sarat dimensi sosial. Sebab, hewan yang disembelih, dagingnya dibagikan kepada orang yang kurang mampu sebagai bentuk kecintaan dan kepedulian terhadap sesama.

Sahabat semua, kini kita telah bertemu10 Zulhijjah 1441 h, Untuk yang lapang, jangan lupa berqurban. Selain sebagai ikhtiar mendekatkan diri kepada Sang Pencipta, juga menjadi bentuk kepedulian kepada sesama. Apalagi, pandemi Covid-19 saat ini masih mendera bangsa.

Selain itu, ada lagi pelajaran penting dari berqurban, yaitu menyembelih ego kita atau penyakit hati. Seperti iri, dengki, takabur, sombong, angkuh riya dan lainnya yang menjelma menjadi berhala kecil dalam diri kita. Ayo Hancurkan egomu!!

Selamat Hari Raya Idul Adha 1441 H/2020 M.

Comments

comments