Jenis-Jenis Bulang dan Kepiah (Penutup Kepala) di Gayo, Ternyata Ada Bulang yang Dipakai di Kaki

oleh
Bulang Kriel (Dok. Aman Dio)

Catatan : Darmawan Masri*

Di Dataran Tinggi Gayo setiap bentuk benda atau lainnya memiliki penamaan. Sebagai contoh, kayu bakar. Di Gayo, kayu bakar disebut dengan aneka ragam penyebutan tergantung bentuk dan jenisnya, mulai dari utem (kayu bakar secara umun), kekotot (ranting kayu yang akan dibakar, bentor (bambu kecil yang akan dijadikan kayu bakar) dan masih ada lagi penamaan lain yang fungsinya sama digunakan untum kayu bakar.

Begitu dengan penutup kepala atau dalam bahasa Gayo disebut dengan bulang dan kepiah (kopiah). Di Gayo, bulang dan Kopiah (kepiah : Gayo-red) berbeda penyebutan dan jenisnya. Meski keduanya memiliki fungsi yang sama, yakni untuk penutup kepala.

Untuk diketahui, Bulang umumnya terbuat dari kain, sementara kepiah (kopiah) terbuat dari berbagai jenis bahan mulai dari rotan, ijuk pohon aren dan tembaga.

Urang Gayo Zaman Dulu Memakai Bulang dan Kepiah. (Dok. Aman Dio)

Dalam tulisan ini, kita akan fokus pada penamaan penutup kepala baik Bulang dan kepiah yang dipakai masyarakat Gayo, meski ini ada beberapa jenis bulang dan kepiah tak lagi dikenal oleh masyarakat Gayo.

Penulisan literatur tentang bulang ini, disampaikan oleh salah seorang pemerhati budaya dan sejarah, Zulfikar Ahmad Aman Dio Gayo lewat studi literasinya. Aman Dio menjadi salah satu dari tiga orang peneliti tenòn di Gayo bersama Peteriana Kobat Inen Nami dan Achrial Aman Ega.

Tim peneliti ini diberi nama Upuh Kio, diambil dari salah satu jenis hasil tenòn di Gayo.

Disampaikan Zulfikar, ada beberapa jenis bulang di Gayo diantaranya :

  1. Bulang Batik : bulang yang terbuat dari batik.
  2. Bulang Bedang : penutup kepala lipit-lipit hitam yang kaku, biasa dikenakan oleh pengantin wanita setelah seluruh rangkaian perkawaninan selesai.
  3. Bulang Kaul (Kul) : bulang yang sangat bagus, terbuat dari kain putih dengan ornamen berwarna emas, dikenakan oleh pengantin pria setelah pernikahan.
  4. Bulang Kriel : Bulang yang tepinya dihiasi dengan kawat (perak/suasa).
  5. Bulang Pengkeh = Bulang Kul
  6. Bulang Sòkòm : bulang merah kuno
  7. Bulang Cekala : bulang bergaya orang India, ada Cekala Merah dan Putih.
  8. Bulang Cekaròm : bulang bergaya India yang diikat.

Nama Bulang juga dipakai dalam seni Guru Didong yang disebut Membulang yakni sebagai perintah dari Guru Didong kepada satu atau dua orang pemuda sebagai tanda dimulainya pertunjukkan. Membulang juga dipakai pada taji ayam jago.

“Uniknya lagi, Bulang yang secara umum digunakan sebagai penutup kepala, ternyata di Gayo ada Bulang yang dipakai di kaki, namanya Bulang Sali. Tapi dipakainya bukan di kaki manusia, melainkan di kaki ayam jago yang sedang bertarung sebagai taji buatan yang dipasang disebelah kaki yang sama,” terang Aman Dio, Minggu 20 September 2020.

Urang Gayo Memakai Bulang. (Dok. Aman Dio)

Sama hal dengan Kepiah (kopiah) juga memiliki beberapa penamaan, diantaranya :

  1. Kepiah Owe : penutup kepala terbuat dari rotan yang dikenakan oleh masyarakat di usia tertentu.
  2. Kepiah Bersomol : kepiah yang dibungkus dengan sorban.
  3. Kepiah Imbe atau Ijuk : kepiah yang terbuat dari serat batang aren.
  4. Kepiah Alfi : penutup kepala putih kecil disebut juga kepiah haji.
  5. Kepiah Ruje Sam : masih diteliti
  6. Kepiah Tembege atau Kepiah Kebet : penutup kepala berbahan kawat tembaga.
Kepiah Tembege Atau Kepiah Kebet. (Dok Aman Dio)

“Ada yang membedakan antara Bulang dan Kepiah di Gayo, kalau Kepiah umumnya dipakai oleh kalangan orang tua dan populer dimasa kolonial, sementara bulang dipakai oleh pemuda,” kata Aman Dio.

“Satu lagi, kalau berbicara penutup kepala, di Gayo juga ada namanya Jembolang yang terbuat dari kain sutera,” demikian Aman Dio.

*Pemred LintasGAYO.co


Ikuti channel kami, jangan lupa subscribe ;

Comments

comments