BANDA ACEH-LintasGAYO.co : Gerakan Reaksi Cepat Perempuan Aceh (GRCPA) membagikan 1.000 masker kepada masyarakat di kawasan lampu merah Masjid Oman, Banda Aceh, Minggu (18/10/2026). Aksi sosial tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Kegiatan yang berlangsung pukul 17.30 hingga 18.20 WIB itu diinisiasi oleh Dinika Audiana dan melibatkan 10 orang relawan. Mereka turun langsung ke lokasi untuk membagikan masker kepada pengguna jalan dan masyarakat yang melintas.
Dinika Audiana mengatakan, aksi berbagi masker ini merupakan bentuk kepedulian sekaligus upaya mengajak masyarakat agar lebih waspada terhadap dampak buruk kabut asap bagi kesehatan.
“Dalam situasi bencana asap karhutla, semua pihak harus bergerak cepat untuk melakukan langkah antisipasi agar penyakit, seperti infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), tidak meluas,” ujarnya.
Menurutnya, kondisi udara yang tercemar asap dapat meningkatkan risiko gangguan pernapasan, terutama bagi anak-anak, lansia, serta masyarakat yang memiliki kerentanan terhadap paparan polusi udara.
Karena itu, GRCPA mengajak seluruh elemen masyarakat, komunitas, organisasi sosial, dan pemerintah untuk mengambil langkah nyata dalam melindungi kesehatan warga selama bencana asap berlangsung.
Pembagian masker ini diharapkan dapat membantu masyarakat mengurangi paparan langsung terhadap partikel asap ketika beraktivitas di luar ruangan. Masyarakat juga diimbau untuk membatasi aktivitas di luar rumah apabila kualitas udara memburuk serta segera mencari pertolongan medis jika mengalami gejala gangguan pernapasan.
Adapun 10 relawan yang terlibat dalam kegiatan tersebut adalah Dinika Audiana, Sabrina Rahayu, Andriani, Merianti, Irma Hawati, Afdal Zikri, Linawati, Sherly Maidelina, dr. Nora Darfiyona, dan Rauzatul Jannah.
Melalui aksi ini, GRCPA berharap kepedulian terhadap dampak bencana asap tidak berhenti pada pembagian masker semata, tetapi berkembang menjadi gerakan bersama untuk menjaga kesehatan masyarakat dan meningkatkan kesadaran terhadap ancaman karhutla.
Di tengah situasi bencana, gerak cepat dan kepedulian bersama menjadi bagian penting dalam melindungi masyarakat dari risiko kesehatan yang lebih luas.
[FA]





