Kami Diperjalankan Kembali

oleh
jamhuri

Oleh : Dr. Jamhuri Ungel, MA*

Hari ini Sabtu, 11 Maret 2026 sebagaimana biasa pada jam 06.30 pagi saya melakukan olahraga dengan menggunakan alat treadmill. Saya berjalan setiap paginya selama satu jam.

Namun karena saya tidak dapat melihat angka sehingga tidak mengetahui berapa jumlah detik, menit, dan jam, sehingga untuk menghitung lama tersebut saya membaca ayat kursi sebanyak 100 kali.

Dalam perhitungan biasa setelah selesai membaca 100 kali saya diberitahu waktu sudah sampai pada 60 sampai 66 menit. Dan ini saya lakukan juga pada hari ini, namun ada hal yang berbeda.

Setelah lama tidak muncul adanya visualisasi metafisik dan terakhir muncul pada tanggal 1 dan 2 Februari 2026. Hari ini pada hitungan ke-10 dari bacaan ayat kursi yang saya baca tampak di mata saya tontonan mengajak saya untuk menelusuri perjalanan dengan mendaki satu tempat yang lumayan tinggi dan jauh.

Saya menelusuri tanjakan tersebut dan tinggi sekali, boleh dikatakan hampir mencapai 70 derajat, rasanya sangat lelah penelusuran yang panjang ini melewati daerah-daerah yang ditumbuhi oleh pepohonan, rumput-rumput, namun pepohonannya tidak begitu besar, dan akhirnya masuk ke dalam sebuah perkebunan.

Perjalanan terus berlalu, saya mengikuti arah treadmill memasuki perkebunan dan berjalan di antara tanaman-tanamanu kopi.

Terkadang saya berusaha mengajak atau mengarahkan treadmill ke jalan-jalan yang lebih bagus atau bersih, namun treadmill membawa saya ke jalan yang lain yang terkadang dipenuhi dengan rerumputan yang tumbuh di dalam perkebunan kopi, tapi terkadang juga treadmill mengikuti apa yang saya mau dan berbelok sesuai dengan kehendak dan arah yang saya tuju.

Perjalanan yang sangat jauh menanjak dan terus berlangsung, terkadang menemukan tanaman-tanaman yang lain seperti adanya pohon pisang, pohon nangka, serta pohon-pohon lain yang tumbuh di perkebunan masyarakat.

Jalan yang ditempuh sangatlah melelahkan karena di samping menanjak juga jalan-jalan yang dilewati sangat tidak merupakan jalan yang biasa karena adanya rerumputan, dan terkadang treadmill mengarah ke tanaman-tanaman, namun ketika treadmill sampai ke pohon kopi atau pisang akhirnya kopi tersebut menghilang atau pisang juga menghilang, kemudian treadmill berjalan terus.

Pada hitungan ke-50 dari bacaan ayat kursi dapatlah perjalanan atau perkebunan yang rata. Akhirnya saya berjalan dengan treadmill dalam jalan yang rata dan tidak begitu jauh, kemudian tampak perkebunan menuju lembah yang sangat dalam. Berjalan menuruni lembah yang sangat dalam tersebut sehingga saya harus bergerak dengan posisi langkah menurun.

Di sekitar lembah ditemukan tanaman-tanaman yang ada di rawa-rawa seperti adanya pohon bambu, keladi, pang babi (bhs Gayo), dan persawahan masyarakat yang tidak begitu luas. Kemudian perjalanan terus berlangsung dengan menelusuri lembah dan dilanjutkan dengan tampak perkebunan yang juga menurun lagi ke bawah, dan saya telusuri terus menuju lembah yang sangat jauh.

Perjalanan di tanah yang datar dan menuruni lembah – lembah berlangsung sampai hitungan ayat kursi 70 kali.Mendekati hitungan ke-80 saya merasa sangat letih dan lelah , namun saya terus berusaha berjuang untuk berjalan terus.

Akhirnya saya merasa treadmill memahami kondisi fisik yang saya alami, dan pada hitungan 80 treadmill tidak lagi mendaki dan juga tidak lagi menapaki jalan menurun, tetapi treadmill membawa saya terbang dari satu ketinggian kepada ketinggian yang lain melewati lembah-lembah.

Saya dapat memperhatikan lembah-lembah yang dalam, alur yang panjang serta perkebunan-perkebunan yang sangat luasdi lereng-lereng pegunungan.

Akhirnya sampailah kepada hitungan bacaan ayat kursi yang ke-10. Karena hitungan sudah sampai 100 saya memanggil orang rumah untuk memberhentikan perjalànan treadmill. Akhirnya saya berhenti di suatu tempat tidak jauh dari sebuah lembah.

Saya duduk dalam waktu yang lumayan lama, tapi tontonan metafisik yang saya alami tidak menghilang sehingga ketika kakak saya datang saya bercerita kronologi tentang apa yang saya alami.

Kemudian saya memberitahu kepada beliau saya sedang berposisi di pinggir jurang dan saya menunjuk apakah pohon-pohon yang biasa ditemukan di rawa-rawa itu kamu tahu atau masih ingat. Dia menjawab masih.

Saya melongok melihat ke bawah jurang menunjukkan itu ada pohon-pohon yang saya sebutkan. Kakak saya merasa heran karena ekspresi yang saya lakukan sama dengan orang yang melihat jurang secara betul. Dia heran dan menanyakan kepada saya tentang ekspresi saya.

Saya katakan ya saya tidak melihat tanah ini atau halaman rumah ini datar, tapi saya melihat itu jurang jauh ke bawah dan panjang jauh ke hilir sana.

Demikianlah perjalanan metafisik pada pagi yang berbahagia ini.

Cerita ini bersambung pada jam 12.00 ketika menghadiri undangan Tgk.Syamsul.

Sesampai di rumahnya saya menikmati makanan yang ada yang disajikan secara prasmanan. Pada saat itu muncul lagi pemandangan perkebunan yang sangat luas. Saya memandang di sekeliling saya dikelilingi oleh kebun-kebun.

Ketika Ustaz Samsul menanyakan kabar kepada saya, saya menjawab hari ini sangat bahagia karena tadi pagi ketika saya olahraga berjalan di atas treadmill saya dibawa menelusuri tanjakan yang tinggi, turunan yang sangat terjal, serta treadmill saya terbang dari satu tempat ke tempat yang lain.

Sekarang ini juga saya masih disuguhi dengan pemandangan yang sangat indah, pagar yang rapi, perkebunan yang sangat indah dan rapi, berbeda dengan perkebunan yang saya lewati tadi pagi.

Perkebunan yang saya lihat pada siang hari ini sangat bersih, sangat teratur dengan pohon pelindung lamtoro yang rapi, tanaman-tanaman pisang yang masih subur, ada pohon nangka, kemudian ada pohon pukat dan pohon-pohon yang lain.

Keadaan ini juga berlangsung sangat lama sampai saya pulang kembali ke rumah dan duduk di rumah, pemandangan tersebut tidak hilang, seolah hari ini saya hidup dalam sebuah alam yang sangat menyenangkan yang dimulai dengan perkebunan dan hidup dalam perkebunan sampai waktu menjelang Ashar tetap dalam perkebunan.

Bahkan muncul berulàng sampai màlam ketika tulisan ini diedit dan dikirim.

Demikian, mudah-mudahan semua tontonan ini menjadi berkah, mendapat hikmah yang sangat banyak dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala. []

Comments

comments

No More Posts Available.

No more pages to load.