Pasa Munyéut Hijab
Rasa lungi si temuni,
Idemun iwan tuke si soh ni
Ketike tuke teganing nge misi,
Wé gere lepas bedénang
Bik urum nada renah ataupun atas.
Ike utok den tukemu muséyut kerna pasa,
Rara ni pakéa akan munangkuhen sebuku ari wan dedemu
Melalui rara oya, jeb waktu kao akan munyéut seratus hijab
Den kao akan munangkok seribu derajat i atas jelen serta wan hasratmu.
Sino si Relem
Enti kao lagu iblis
Henye munéngon wih den oné ketike mumanang Edam
éngon isebalik oné,
Beratus-ratus ribu taman si mampat! *[SY]*
Jalaluddin Rumi, adalah penyair dan tokoh sufi besar dunia berkebangsaan Persia. Ia lahir di Balkh wilayah Persia pada 30 September 1207 sekarang bagian dari Afghanistan. Dari nasab ayah Jalaluddin Rumi bersambung garis keturunannya dari Sayyidina Abu Bakar as Shiddiq, dari garis ibu yang bernama Mukmina Khatun, Jalaluddin Rumi merupakan keturunan menantu Nabi Muhammad Saw yakni Sayyidina Ali bin Abi Thalib (khalifah keempat).
Puisi-puisinya telah diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa bangsa dunia, juga telah digubah ke dalam beragam genre seni mulai dari musik hingga syair renungan. Jalaluddin Rumi adalah salah satu tokoh paling populer dalam sejarah intelektualisme dan sastra Islam, karya-karyanya berpengaruh tidak hanya di kalangan muslim, tetapi juga non muslim. Dalam abad modern karya-karya Jalaluddin Rumi dikenal luas sebagai salah satu “penyair terpopuler” dan juga “penyair terlaris” di Amerika Serikat dan sejumlah Negara barat lainnya. Ia wafat pada 17 Desember 1273. []





