Takengon-LintasGAYO.co : Ama Husni Jalil dikenal sebagai salah satu tokoh masyarakat yang sangat dihormati di Kampung Bintang Baru, Kecamatan Bandar. Sosoknya lekat sebagai pendidik, pengayom, sekaligus figur religius yang membekas di hati masyarakat.
Menurut Tengku Zainal Abidin alias Pang Rafles, Ama Husni Jalil memiliki suara merdu khas yang sejak lama dikenal sebagai ceh didong dan pengumandang azan di berbagai masjid. “Suaranya bukan hanya indah, tapi menggetarkan jiwa,” ujar Pang Rafles.
Sebelum konflik Aceh, Ama Husni Jalil telah masyhur sebagai ahli membaca Al-Qur’an. Namun ketika konflik berkecamuk, ia menjawab panggilan perjuangan dan dipercaya menjadi Gubernur GAM Wilayah Linge.
Pang Rafles menuturkan, dalam sebuah demonstrasi di Takengon, Ama Husni Jalil sempat diterbangkan ke Banda Aceh dan ditempatkan di Hotel Kuala Tripa. Saat Aceh dinyatakan darurat militer, ia memilih bergerak ke hutan bersama pasukan GAM Gajah Keng, berpindah dari Banda Aceh, Bireuen, hingga akhirnya bertemu Tgk Hasbi Idris di Pasee, Aceh Utara.
“Beliau tidak pernah kehilangan semangat. Kata-katanya selalu menenangkan dan membakar keyakinan,” kata Pang Rafles.
Di masa konflik, Ama Husni Jalil dikenal sebagai penasehat kemiliteran GAM dan senior di Wilayah Linge. Selain kiprahnya, keluarga beliau juga menjadi kebanggaan. Anak pertamanya, Faridah menikah dengan Tengku Sabri alias Pang Bedel yang kini menjabat Ketua KPA Bener Meriah, sementara anak lelakinya Fajar sebagai anggota Polri di Polres Bener Meriah dan salah seorang putrinya sedang studi di Universitas Al Azhar Kairo, Mesir.
“Sosok Ama Husni Jalil adalah teladan keteguhan, keberanian, dan kebijaksanaan,” tutup Pang Rafles.
[FA]





