TAKENGON-LintasGAYO.co : Relawan dari Kecamatan Jagong Jeget Peduli Bencana Alam, menginisiasi pembuatan jembatan apung di Kala Ili, Kecamatan Linge, Aceh Tengah.
Sebagaimana diketahui, jembatan Kala Ili putus saat bencana hidrometeorologi 26 November 2026 lalu, yang membuat masyatakat di 5 kampung di Kemukiman Wihni Dusun Jamat, terisolir.
Sejak itu, masyarakat mengandalkan getek menggunakan seling baja untuk menyebrang sungai, dan rawan terjadi kecelakaan.
Ketua Relawan Jagong Jeget Peduli Bencana Alam, Herman, inisiasi pembuatan jembatan apung ini, mendesak dilakukan mengingat masyarakat yang menyeberangi sungai sangat rentan teejatuh dan terbawa arus.
“Untuk itu, kita dari relawan Jagong memulai persiapan sejak Jum’at lalu, dan dalam pengerjaannya kita dibantu oleh personel TNI-Polri serta masyarakat,” katanya, Senin 5 Januari 2026.
Jembatan darurat tersebut kata dia, sudah bisa digunakan sejak kemarin, Minggu 4 Januari 2026.
“Kenderaan roda dua sudah dapat melintas. Kami juga berterima kasih kepada aparat TNI-Polri yang sudah membantu,” ujarnya.
Selain membangun jembatan, pihaknya juga membawa bantuan sembako, sayuran dan bahan makanan lainnya untuk warga yang sudah terisolir selama 38 hari itu.
Mewakili masyarakat di 5 Kampung di Kemukiman Wihni Dusun Jamat, Reje Kampung Kute Reje, Hamdan mengucapkan terima kasih kepada relawan Jagong Jeget.
“Kami tidak bisa membalas kebaikan ini, semoga Allah SWT membalasnya dengan pahala berlipat ganda,” tegas Hamdan.
“Alhamdulillah dengan terbangunnya jembatan apung ini kami dapat beraktivitas keluar masuk dari wilayah ini dan ini suatu anugerah bagi kami yang di nanti-nantikan semenjak bencana alam ini terjadi, berjin suderengku,” demikian Hamdan.
[Sertalia/DM]





