TAKENGON-LintasGAYO.co : Sebanyak 341 hektare sawah di Kemukiman Wih Dusun Jamat, Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah, hancur akibat bencana yang terjadi pada 26 November 2025 lalu.
Kerusakan ini menjadi pukulan berat bagi masyarakat setempat, mengingat sawah merupakan sumber pendapatan utama warga.
Kemukiman Wih Dusun Jamat terdiri dari lima kampung yang seluruhnya terdampak cukup parah. Rinciannya, sawah di Kampung Linge mengalami kerusakan seluas 3 hektare, Kampung Payung 56 hektare, Kampung Jamat 41 hektare, Kampung Delung Sekinel 162 hektare, dan Kampung Kute Reje 89 hektare. Total keseluruhan sawah yang rusak mencapai 341 hektare.
Mukim Wih Dusun Jamat, Tengku Ilyas Pasa Aman Lina, menyebutkan bahwa kerusakan sawah tersebut nyaris mustahil untuk dipulihkan dalam waktu dekat. Pasalnya, lahan sawah kini dipenuhi material batu yang terbawa arus bencana, sehingga tidak memungkinkan lagi untuk ditanami padi.
“Sudah tidak ada harapan untuk menanam padi kembali di bekas sawah yang rusak itu, karena tertimbun material batu,” ujar Tengku Ilyas Aman Lina, Selasa, 30 Desember 2025.
Ia menambahkan, masyarakat Wih Dusun Jamat memiliki harapan agar pemerintah dapat membantu membuka kembali lahan sawah pengganti. Salah satu harapan warga adalah memfungsikan kembali lahan sawah lama yang pernah ada pada masa Pemberontakan DI/TII tahun 1953–1961.
“Harapan kami masyarakat Wih Dusun Jamat adalah memugar kembali sawah yang pernah ada pada masa Pemberontakan DI/TII, yang luasnya setara dengan sawah yang rusak. Orang kampung menyebutnya Perumen DI,” jelasnya.
Menurut Ilyas, jika lahan Perumen DI dapat kembali dijadikan sawah, hal itu setidaknya mampu mengembalikan mata pencaharian masyarakat yang saat ini kehilangan sumber ekonomi utama mereka.
Warga berharap adanya perhatian serius dan langkah konkret dari pemerintah daerah maupun pihak terkait untuk menyelamatkan masa depan pertanian di Kemukiman Wih Dusun Jamat.
[FA]





