Puisi Salah Kamar, Catatan Redaktur Sastra Budaya LintasGAYO.co

oleh

Oleh : Salman Yoga*

“Kesastraan di Aceh selalu menarik untuk diperbincangkan. Demikian pula antologi puisi Gergel yang berisi sajak-sajak 5 penyair Gayo.

Tidak saja keragaman tema yang ditulis oleh para penyairnya. Terlebih lagi kopi Gayo yang merupakan produk andalan dan ikon Gayo, diolah menjadi sebagian besar sajak dalam buku antologi ini”.

Demikian tulis Bambang Widiatmoko, salah seorang sastrawan nasional kelahiran Yogyakarta yang meresensi buku Antologi Puisi Modern 5 Penyair Gayo Gergel yang dimuat di media ini medio 8 September 2021.

Sebagai pelaku dan salah seorang penggerak sekaligus pengamat sastra di Indonesia Bambang Widiatmoko mengapresiasi terbitnya buku tersebut dengan menganalisis setiap karya penulisnya yang terdiri dari Ansar Salihin, Salman Yoga S, Vera Hastuti, Win Gemade dan Zuliana Ibrahim.

Buku antologi puisi Gergel yang diterbitkan oleh The Gayo Institute (TGI) pada tahun 2021 silam tersebut menjadi buku terakhir secara komunal yang terbit dari tanah Gayo, karena setelah buku tersebut hingga memasuki tahun 2024 ini belum belum ada buku serupa yang terbit.

Sebagai media yang cerdas dan mencerdaskan LintasGayo.co selalu menjadikan kearifan dan karya penulis lokal sebagai conten pada rubrik sastra budaya. Dengan harapan dan tujuan nilai-nilai dan karya-karya penulis Gayo dapat lebih dikenal secara luas.

Terkait pemuatan puisi berjudul “Paya Ilangku Hilang” yang tayang pada tanggal 12 Januari adalah puisi yang terdapat dalam buku Gergel namun dalam tayang ulangnya menjadi salah kamar. Seharusnya nama penulisnya adalah Win Gemade, bukan Vera Hastuti. Dan puisi tersebut, kini telah dihapus sementara oleh kami.

Karya kedua nama penyair tersebut memang terdapat dalam satu buku yang sama bersama penulis lainnya sehingga penginputannya kurang akurat.

Dengan penyampaian klarifikasi ini redaksi mengucapkan permohonan maaf dan semoga akan lahir karya dan buku-buku lainnya dari tanah Gayo. Bukan saja “Gergel”, tetapi “Tiang”, Kaso”, “Rering”, “Tungkelen” sastra lainnya.

*Redaktur Sastra Budaya LintasGAYO.co

Comments

comments

No More Posts Available.

No more pages to load.