Antara Kepentingan dan Kebutuhan Penataan Birokrasi di Gayo Lues

oleh

Oleh : Buniyamin*

Dalam beberapa minggu terakhir, media masa serta tanggapan nitizen menjadi perbincangan hangat atas pemberitaan Ketua Bappeda Gayo Lues, Jata, SE terhadap rekan-rekan yang menyandang titel S.Pd yang menduduki jabatan diberbagai instansi pemerintahan di Gayo Lues.

Dimana para penyandang title S.Pd yang notabennya adalah para guru yang merasa tidak dihargai profesinya sebagai guru, namun polemik tersebut berakhir damai yang dimotori oleh Pj. Bupati Gayo Lues, Rasidin Porang.

Tulisan ini tidak bermaksud mengangkat kayu yang tersendam, namun setidaknya sedikit membuka tabir apa sebenarnya yang terjadi dalam penataan birokrasi di Gayo Lues.

Tidak mampu dan tidak profesionalkah para mantan guru tersebut menduduki jabatan diberbagai instansi dipemerintahan, atau ada hal mendasar yang melatarbelakanginya.

Pada awal-awal Gayo Lues menjadi kabupaten pada tahun 2002 atas kepemimpinan PJ. Bupati Gayo Lues pertama, yaitu Ir. Muhammad Alikasim, teramat sulit mengisi jabatan eselon untuk Kepala Bagian dan Kepala dinas yang memenuhi persyaratan atas jabatan tersebut, ini disebabkan pada saat itu Gayo Lues baru berpisah dari kabupaten induknya Aceh Tenggara.

Sehingga sumber daya manusianya belum mencukupi, kalaupun ada hanya dari kalangan guru, baik guru sekolah dasar, SLTP dan SLTA yang memiliki kepangkatan untuk memenuhi persyaratan menduduki jabatan tersebut.

Mau tidak mau Muhammad Alikasim merekrut dari kalangan guru dijadikan sebagai kepala bagian dan kepala dinas yang ada. Tidak mustahil pada saat itu banyak para guru menjadi kabid dan kepala dinas.

Seiring dengan perjalanan waktu, para ASN di Gayo Lues sudah banyak memiliki gelar dan kepangkatan yang memadai. Situasi ini telah memungkinkan berbagai bidang dibirokrasi Pemerintahan Kabupaten Gayo Lues diisi oleh orang yang berkompeten dan sesuai dengan disiplin ilmu yang ada.

Dengan keadaan ini timbul semacam evaluasi oleh masyarakat yang mempertanyakan kedudukan satu instansi tidak dijabat oleh orang-orang sesuai dengan disipilin ilmunya.

Setelah banyaknya sumber daya manusia diberbagai instansi, apakah tidak sebaiknya Bupati menempatkan mereka-mereka sesuai dengan keahliannya masing-masing.

Dalam buku Harta Haram Muamalat Kotemporer karya ERwandi Tarmizi yang mengutip dari Hadits Rasulullah SAW; Jika urusan diserahkan bukan kepada ahlinya, maka tunggulah kehancuran itu (Hadits Bukhari Nomor 6015).

Untuk mengemban amanah tersebut, masyarakat berharap banyak ketika PJ. Bupati Gayo Lues saat ini yang diemban oleh Ir. Rasyidin Porang mampu menempatakan sesuatu pada tempatnya. “Giara mulengek kukuen mulingang kukiri”.

Betapa beliau tidak dibebani oleh janji-janji politik, beliau bukan dari kalangan politisi dan parpol, beliau murni birokrat sejati. Ditangan nyalah perubahan ini dapat terwujud.

Tantangan berat saat ini adalah bagaimana memajukan Pendidikan. Jumah Sekolah Dasar sebanyak 92 buah sudah termasuk 7 SD swasta. SLTP 42, termasuk 14 swasta akan menjadi tumpuan harapan untuk memajukannya.

Dari sekian banyak sekolah yang kita miliki, masalah kekurangan guru menjadi kendala besar. Kalau kita miris dengan mutu Pendidikan kita, tidakah sebaiknya para guru yang saat ini menempati berbagai SKPK dikembalikn kedunianya semula, agar nadi Pendidikan kita dapat berdenyut dengan normal.

Demikian juga dengan masalah Kesehatan merupakan kebutuhan yang mendesak. Pada saat Ibnu Hasim sebagai Bupati Gayo Lues, dengan Kepala Dinasnya dr. Nevirizal, hampir semua desa Puskesdesnya aktif dn beroprasi.

Kita bukan bermaksud untuk membandingkan dengan yang ada saat ini, namun keberadaan Puskesdes sering menjadi sorotan media masa. Dengan keberadaan Pukesdes maka satu sisi pelayanan kesahatan terhadap masyarakat luas terpenuhi.

Kalai kita telusuri, maka hampir semua sisi memerlukan penanganan yang serius. Betapa rumit dan menumpuknya beben Pj. Bupati Rasyidin Porang. Namun kita yakin dan percaya, beliau akan mementingkan kebutuhan dari pada kepentingan. []

Comments

comments

No More Posts Available.

No more pages to load.