Angka Musibah Kebakaran di Bener Meriah Tinggi, Perlu Langkah Strategis Taktis

oleh

Oleh : Rizki Wan Okta Bina*

Menutup akhir pekan dengan menyerahkan bantuan masa panik dari PMI Bener Meriah berupa family kit, baby kit dan tenda darurat kepada korban kebakaran di Kampung Bener Pepanyi, Kecamatan Permata, Kabupaten Bener Meriah

Sebagai reminder untuk kita semua, tingkat risiko kebakaran pemukiman di Kabupaten Bener Meriah sangat tinggi. Perlu ada langkah strategi taktis dari stakholder terkait untuk meningkatkan kapasitas institusi dan masyarakat agar dapat mengurangi kerentanan.

Dari sisi perencanaan perlu disusun Rencana Induk Sistem Proteksi Pemadam Kebakaran di tingkat Kabupaten. Selain itu juga perlu penyusunan Rencana Kontijensi Kebakaran Pemukiman agak ketika terjadi kebakaran pemukiman kordinasi siapa berbuat apa menjadi lebih tersruktur.

Terkait kapasitas di tingkat kampung, penggunaan dana desa untuk pengurangan risiko bencana dapat dilakukan dngan penyusunan Rencana Penanggulangan Bencana Kampung yang juga mencakup kajian risiko kebakaran pemukiman.

Selain itu pembentukan relawan penanggulangan bencana dan khususnya relawan pemadam kebakaran juga harus menjadi prioritas.

Dalam meningkatkan kapasitas kampung ini perlu kebijakan di tingkat Kabupaten dan untuk hal ini dalam Perbub terkait penggunaan dana desa di Kabupaten Bener Meriah sudah mengatur hal tersebut diatas. Tinggal pendampingan oleh instansi terkait termasuk dalam hal ini PMI Bener Meriah.

Untuk kasus kebakaran atau bencana lainnya, pasca bencana perlu segera dilakukan Rapid Need Assesment sebagai dasar pemenuhan kebutuhan selama masa tanggap darurat, kemudian dilanjutkan dengan penyusunan Demage & Loss Assesment sebagai dasar penyusunan rencana rehabilitasi dan rekontruksi.

Yang juga tidak boleh dilupakan adalah penentuan status bencana sebagai dasar untuk mengakses dana darurat yang bersifat off budget. Besar harapan kami, untuk rehab rekon tidak lagi menggunakan dana bersumber dari Baitul Mal.

Bencana pada dasarnya tidak bisa dihindari, namun kerentanan atau dampak kerugian yang ditimbulkan bisa diminimalisir dengan upaya peningkatan kapasitas.

*Warga Bener Meriah

Comments

comments