Takengon-LintasGAYO.co : Alumni Sekolah Anti Korupsi Aceh Tengah (Sakti) Aceh, Sina Prayoga, meminta kepada Bupati Aceh Tengah untuk memperbaiki Pasar Bawah, Jl. Sudirman, Bujang, Lut tawar, Aceh Tengah.
“Kondisinya tidak sehat, lokasi, bangunan, sarana pendukung higiene dan sanitasi belum memenuhi kriteria pasar sehat,” sebut Sina Prayoga Alumni Sekolah Anti Korupsi Aceh, Rabu 2 Juni 2021.
Lanjutnya, seperti yang disebutkan dalam peraturan Menteri dalam Negeri Nomor 53 Tahun 2008 tentang pasar, bahwa pasar harus memberikan kenyamanan bagi para pedagang maupun masyarakat sebagai konsumen.
Pasar Bawah, sedikitnya ada beberapa komoditif penjual yang menjual sayur-sayuran, ikan dan daging. Pasar ini sudah lama di bangun, namun perlu perhatian dari Pemerintah Daerah.
Disamping itu, Villar Agginda yang merupakan Alumni SAKTI Aceh, mengatakan berdasarkan hasil analisa sosial pihaknya menemukan adanya kesenjangan sosial yang terjadi pada pasar Bawah.
“Jika mengacu pada Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 519 Tahun 2008 pembantuan enam (6) kriteria kriteria lingkungan pasar yang sehat, yaitu lokasi, bangunan, sarana pendukung higiene dan sanitasi, perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), tata letak dan fasilitas pendukung lainnya, maka Pasar tersebut belum memenuhi kriteria pasar sehat dan juga tata kelola pasar yang belum terkelola dengan baik,”ungkapnya
“Kami mengharapkan adanya perbaikan tata kelola pasar terkait Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL),” tambahnya.
Selain itu, mereka juga mengharapkan adanya area khusus untuk bongkar muat ikan. Karena mereka menilai area bongkar muat barang sekarang tidak luas dan sangat mengganggu jalan utama pasar.
Seperti diketahui bersama, bahwa barang berupa ikan dan sayur bukan hanya berasal dari dataran tinggi Tanoh Gayo saja, melainkan ada yang berasal dari luar daerah Takengon, seperti Bireun dan daerah lainnya.
Selain itu Adanya kenaikan tarif dalam retribusi pasar yang kami rasa tidak sesuai dengan qanun yang ada dan pedagang juga banyak yang mengeluhkan. Kemudian kami menemukan adanya atap gedung yang bocor sehingga jika hujan mengakibatkan genangan air pada lantai.
Kemudian juga tempat area parkir yang belum tertata dengan baik dan juga adanya saluran khusus untuk air pengolahan limbah agar tidak mencemari ekosistem pasar.
“Kami temukan juga sarana toilet yang belum disediakan sehingga para pedagang dan juga pembeli harus pergi menumpang ke toilet menasah yang berada di atas pasar di daerah tersebut. Sebenarnya, toilet sudah tersedia bagi para pedagang,” katanya.
“Namun sayangnya, hanya disediakan untuk para pedagang laki-laki. Itupun berada di area belakang pasar. Jadi, harapan pedagang kepada pemerintah untuk segera menambah toilet dan juga air bersih di dalam pasar tersebut,” tambahnya.
Mereka merekomendasikan, agar lokasi pasar bisa sehat dengan hasil rekomendasi sebagai berikut :
• Perubahan dan penyesuaian tarif retribusi pasar sesuai dengan pendapatan
• Perbaikan gedung pasar pada lantai dua
• Penataan lahan parkir yang tidak menghalangi jalan masuk menuju lantai dua gedung pasar
• Pembuatan area khusus bongkar muat barang pasar
• Perbaikan sarana toilet pasar
• Pembuatan saluran khusus pengolahan limbah pasar IPAL dan AMDAL Analisis Mengenai Dampak Lingkungan.
“Tentunya dalam hal ini kami dan masyarakat mengingikan penataan yang lebih baik lagi atau upgrade dalam hal penataan pasar agar lebih modern dan lebih nyaman dari pemerintah daerah, sehingga terciptanya pasar sehat sesuai amanat Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 519 Tahun 2008,” tandasnya.
[Radi/DM]