Jodoh Itu Seperti Buah

oleh

Oleh : Roni Haldi*

Memiliki keluarga yang utuh dalam sakinah adalah dambaan setiap orang yang akan dan telah menikah. Keluarga yang sakinah tentu dimulai dari jodoh yang shalih dan shalihah.

Menikah adalah pilihan bijak mengambil keputusan berani merubah kesendirian dan bangkit lepas dari kegelisahan tak berujung. Menikah itu juga langkah berani mengubah persepsi diri terhadap diri utamanya dan terhadap orang lain.

Dalam bukunya yang berjudul “Membumikan Al-Quran” Quraish Shihab mengatakan bahwa kesendirian dapat mengakibatkan keterasingan dan ini melahirkan kegelisahan. Cara yang paling ampuh mengenyahkan keterasingan dan kegelisahan itu adalah kehadiran pasangan yang sesuai melalui ikatan lahir dan batin.

Inilah yang dimaksud oleh Al-Qur’an ketika menegaskan bahwa Allah menciptakan dari jenis manusia pasangannya agar mereka memperoleh sakinah yaitu ketenangan setelah sebelumnya ada gejolak yang mendera diri dan jiwa.

Allah SWT berfirman : “Dan diantara tanda-tanda (kebesaran-Nya) ialah Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri, agar kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan Dia menjadikan di antaramu rasa kasih dan sayang. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berpikir.” (QS. Ar-Rum : 21).

Rahmat turun karena sebab ikhtiar. Salah satu dari Rahmat Allah kepada hamba-Nya adalah usaha meraih memiliki sakinah, mawaddah dan rahmah akan muncul jika seseorang sudah ikhtiar untuk menikah.

Yang Allah SWT perintahkan kepada kita adalah memilih suami yang shaleh atau istri yang shalehah. Sebisa mungkin, taatilah perintah tersebut tanpa berpikir dengan siapa berjodoh dan sampai kapan jodoh kita itu bertahan.

Banyak sekali kriteria yang dipilih seseorang misalkan kecantikan, kegantengan, pangkat harta, status sosial, derajat keluarga, pekerjaan, tapi pilihlah pasangan yang memiliki kualitas bagus dalam hal ibadah dan akhlak.

Ingat, masalah harta itu nomor tiga. Rasulullah Saw. menjamin kalau seseorang mendahulukan hal demikian, kelak kehidupan suami akan mudah, ringan, lapang dan tanpa beban (fadzfar bidzatiddin taribat yadaka).

Perlu diketahui, rahmat Allah itu tidak akan datang tanpa usaha dari anggota keluarga dan keshalehan anggotalah yang diperlukan dalam mangarungi gelombang kehidupan rumah tangga. Sedangkan aktifitas lainnya (semisal seks) itu hanyalah sarana pelengkap saja. Jadi keshalehan para anggota keluargalah yang dibutuhkan dalam mengarungi gelombang kehidupan.

Syarat utama dalam membentuk keluarga yang sakinah, mawaddah dan rahmah itu adalah seorang suami sudah siap menjadi bapak sebelum menjadi bapak, sedangkan istri sudah siap menjadi ibu sebelum menjadi ibu. Oleh karena itu, bagi seorang lelaki carilah wanita yang sudah tampak jiwa keibuannya, begitu juga dengan wanita carilah lelaki yang berjiwa kebapakannya.

Kalau boleh kita ibaratkan masalah jodoh itu sama dengan buah-buahan. Buah-buahan itu akan masak kalau sudah tiba waktunya. Kalau buah belum masak, rasanya akan masam. Dan kalau masam, mungkin buahnya tidak akan termakan. Sebab selain bergetah, buah yang belum masak dapat membuat sakit perut.

Begitu juga jika buah yang belum tua lalu di karbit agar masak sebelum waktunya. Alhasil buah akan masak namun rasanya tak enak karena dipaksakan masaknya. Jadi menunggu jodoh tiba itu ibarat kita menunggu buah yang akan masak, nanti akan tiba sendiri saatnya.

Tak usah di karbit dipaksakan cepat segera karena menikah bukan membeli kucing di dalam karung. Begitulah, jodoh jika tepat pada waktunya ia akan indah dan halal untukmu.

Kita tidak boleh berperasangka buruk, misalnya “kok jodohku lambat” tapi kembalikan semuanya pada Allah SWT. Sebab Allah lah yang menentukan jodoh kita. Jodoh yang ditentukan oleh Allah itu kelak akan datang kepada kita. Allah lah yang mengatur jodoh kita. Kita juga tidak boleh berperasangka buruk dan menyalahkan orang lain. Yang penting, jangan berputus asa memohon kepada Allah dengan senantiasa berdoa memohon kebaikan kepada-Nya.

Bagi yang belum dan akan menikah, sebaiknya pelajari dulu apa itu pengertian sakinah, mawaddah dan rahmah. Persiapkan mulai sekarang bagaimana cara menjadi orangtua yang baik. Sebab kelak perilaku anak itu kurang lebihnya akan meniru perilaku orangtuanya.

Jangan pontang-panting menjadikan anak shaleh-shalehah setelah jabang bayi lahir. Tapi mintalah mulai sekarang, mintalah secara istiqamah kepada Allah agar kelak dianugerahi pasangan yang shaleh-shalehah serta diberikan anak yang shaleh-shalehah pula yang menjadi qurrata ‘ayun bagi kedua orang tuanya serta bangsa dan agama.

Dalam rumus nikah itu sederhana saja, yaitu jangan cari yang ideal menurut kita. Tapi tambat dan hibubgkan keinginan kita dengan ketetapan Allah SWT. Paling penting kriteria calon suami itu; semangat bekerja, bertanggungjawab, tidak meninggalkan shalat lima waktu, dan mau mendekati ulama dan orang-orang shaleh.

Insya Allah akan membawa kebaikan baik duniawi maupun ukhrawi. Karena jodoh itu seperti buah, tunggu saja sampai matang, nanti juga jatuh gugur sendiri ketanganmu. Bagi yang masih single lanjutkan perjuanganmu serta iringi dengan do’a, semoga segera mendapat jodoh, yang membawa maslahat dunia dan akhirat.

*Kepala KUA Kecamatan Susoh, Aceh Barat Daya

Comments

comments