Ramadhan Telah Pergi, Saatnya Menjaga Kesucian Diri

oleh

Oleh : Muhammad Nasril, Lc, MA*

Hari ini genap 30 hari kita berada di madrasah Ramadhan, bulan mulia dan penuh berkah. Di sana kita melaksanakan berbagai amal shalih dan beribadah selama sebulan penuh, termasuk ibadah puasa, yang merupakan amalan inti pada bulan Ramadhan. Kita ditempa dan didik menjadi insan taat kepada Allah SWT, menjadi pribadi yang shalih, baik secara individu maupun kesalihan sosial.

Mudah-mudahan perpisahan kita dengan Ramadhan ini, kita telah menyelesaikan pogram-pogram atau target-target yang kita rencanakan saat awal memasuki bulan Ramadhan.

Selain itu, kita juga harus memiliki tekad kuat untuk tetap istiqamah, melanjutkan amal shalih di luar Ramadhan, hari-hari yang indah bersama Al-Qur’an, ketika beramal kebaikan di bulan Ramadhan, rajin ke masjid dan selalu berusaha untuk menghiasi diri dengan akhlakul karimah di bulan Ramadhan serta amalan lainnya.

Setelah kita ditempa dan dididik oleh  madrasah Ramadhan, sejatinya hati kita bersih dari segala penyakit-penyakitnya, kita semakin terbiasa melakukan berbagai ketaatan dan kebaikan, keimanan kita juga semakin kokoh dan tak tergoyahkan.

Hari ini adalah terakhir kita berada di Ramadhan 1442 H, gemuruh takbir telah menghiasi langit kita. Mau atau tidak, ikhlas maupun tidak, Ramadhan telah pergi meninggalkan kita, tidak ada yang mampu menahannya, hanya saja perasaan kita campur aduk saat melepas kepergiannya, sedih, cemas dan juga bahagia.

Mungkin ia akan kembali pada tahun depan, akan tetapi Allah belum tentu menakdirkan kita bisa berjumpa kembali dengan Ramadhan, dan mungkin ini Ramadhan terakhir bagi kita, kita berdoa semoga Allah memberikan kesempatan untuk kembali bertemu dengan Ramadhan yang akan datang.

Setiap perpisahan pasti menyisakan kesedihan, apalagi berpisah dengan bulan mulia, bulan yang dilipatgandakan pahala setiap amal shalih dan juga sedih karena telah berpisah dengan bulan Ramadhan yang penuh pengampunan.

Kita juga sedih, cemas dan bingung tentang  amalan-amalan yang telah kita lakukan selama Ramadhan diterima atau ditolak, apakah kita mendapatkan ampunan dari Allah atau tidak. Semoga, ya semoga Allah menerima amal kita dan menjadikan dosa-dosa kita diampuni oleh Allah, juga kebaikan kita semakin bertambah, derajat kita semakin tinggi, dan kita dibebaskan dari api neraka.

Sedih tentu tak boleh larut, kini saatnya kita bahagia, karena kita sudah tuntas dari madrasah Ramadhan dan semoga menjadi insan muttaqin. Kita telah melaksanakan puasa Ramadhan selama satu bulan penuh, telah mampu melewati segala ujian, cobaan dan godaan selama melaksanakan ibadah puasa dan kita kembali ke fitrah.

Kini saatnya merayakan kemenangan, hari raya Idul Fitri dengan mengagungkan kebesaran Allah SWT dengan takbir, tahmid, dan tahlil. Bukan dengan mercon yang dapat menggangu orang banyak dan juga bukan dengan pesta kemaksiatan. Tetap menghiasi malam Idul Fitri dengan Qiyamullail, Tilawah Al Qur’an, zikir dan juga selawat.

Ramadhan telah pergi, saatnya menyambut yang fitri dan kita menjaga kesucian diri, tetap menjadi hamba yang taat di luar Ramadhan. []

Comments

comments