SMK Negeri 2 Takengon, Sekolah Terluas di Aceh Tengah dengan Banyak Potensi

oleh

Oleh : Mutiara Chania Putri*

Lahan luas, lingkungan yang indah dan suasana yang nyaman menjadikan SMK Negeri 2 Takengon sebagai tempat ideal untuk menjalani proses belajar mengajar. Luas keseluruhan lahan sekolah ini sekitar 28 hektar, inilah yang menjadikan sekolah ini sebagai sekolah dengan lahan yang paling luas dibandingkan dengan sekolah manapun di Aceh Tengah.

Kondisi seperti ini memungkinkan SMK Negeri 2 untuk tetap melaksanakan proses belajar mengajar secara normal, di masa pandemi. SMK Negeri 2 Takengon tidak perlu melakukan pembelajaran secara daring, karena luasnya lahan yang mencakup ruang kelas dan halaman, ini memungkinkan siswa SMK Negeri 2 Takengon untuk tidak berkerumun.

SMK Negeri 2 Takengon bahkan tidak memerlukan sistem pergantian jam masuk belajar.
Karena sistem pembelajaran di sekolah berjalan secara tatap muka, tentu saja para siswa dan guru harus mengikuti protokol kesehatan seperti memakai masker,mencuci tangan dan menjaga jarak.

Meski dalam situasi pandemi, di SMK Negeri 2 Takengon tetap mengikuti kegiatan sehari-hari seperti berbaris di lapangan, membersihkan lingkungan dan mengikuti pembelajaran di kelas, sebagaimana layaknya hari-hari biasa sebelum pandemi.

SMK Negeri 2 Takengon berdiri pada tahun 1979 dengan nama STM Pertanian Negeri Takengon.

Pada masa itu, sekolah ini merupakan satu-satunya sekolah kejuruan bidang pertanian yang ada di provinsi Aceh. Sehingga tidak mengherankan kalau nama ini melekat sampai sekarang. Meski sudah berganti masyarakat tetap lebih mengenal STM daripada SMK Negeri 2 Takengon.

Pada masa-masa awal berdirinya STM Pertanian itu, seringkali produk pertanian berkualitas pertama muncul dari STM Pertanian Takengon. Sebut saja seperti kentang, jagung manis dan sayuran lainnya.

Seiring dengan perkembangan kondisi daerah, selain bidang pertanian masyarakat juga membutuhkan jurusan kelompok teknologi. Terkait hal ini, agar putra daerah tidak lagi keluar dari Aceh Tengah untuk menempuh pendidikan kejuruan. Pada tahun 2000 dibukalah jurusan Teknik Otomotif dan Tenaga Kelistrikan.

Seiring dengan perubahan nama menjadi SMK NEGERI 2 TAKENGON pada tahun 2007, sekolah ini memiliki 2 kelompok kompetensi yaitu kelompok teknologi dan kelompok pertanian.

Sekarang sekolah yang berlokasi di kecamatan Pegasing ini di bawah pimpinan Bapak Toto Irianto,SP, memiliki berbagai macam jurusan seperti Agribisnis produksi Pertanian, Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian, Agribisnis produksi Ternak, Teknik Permesinan, Teknik Kendaraan Ringan, Teknik Instalasi Tenaga Listrik, Teknik Audio Video.

Didukung oleh luasnya lahan sekolah ini, tentunya banyak potensi yang dimiliki oleh siswa yang dapat dikembangkan, salah satunya praktek lapangan. Siswa dapat melaksanakan di sekolah. Ini adalah sebuah keuntungan besar di masa pandemi yang menjadikan berbagai aktifitas terpaksa dibatasi.

Selain itu, karena luasnya lahan, sekolah ini dapat menghasilkan berbagai produk pertanian. Produk-produk yang dihasilkan di dalam lingkungan sekolah dapat dijadikan komdoditas yang siap dipasarkan.

Sebagai contoh, jurusan Agrobisnis Pengolahan Hasil Pertanian, di sekolah ini melakukan kegiatan mengolah bahan baku hewani (ikan,ayam,telur,susu) dan Nabati (tepung, kacang-kacangan, biji-bijian).

Kemudian, jurusan Agribisnis Produksi Ternak melakukan kegiatan seperti memelihara ternak unggas dan menghasilkan karkas ayam. Semua ini dilakukan karena tamatan SMK diutamakan untuk berwirausaha dalam menciptakan lapangan pekerjaan dan juga tidak menutup kemungkinan untuk melanjutkan ke perguruan tinggi.

Demikianlah sekilas gambaran tentang SMK Negeri 2 Takengon.

*Penulis adalah siswi SMK Negeri 2 Takengon Jurusan APHP (Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian) yang merupakan peserta pelatihan jurnalistik bagi siswa dan guru SMA dan SMK Aceh Tengah yang digelar oleh Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Aceh Tengah bekerjasama dengan Lintas Gayo

Comments

comments