Jadi Tujuan Wisata Akhir Pekan, Wisatawan : Takengon Indah, Tapi Banyak Sampahnya

oleh
Bersih sampah di Pante Menye Bintang

TAKENGON-LintasGAYO.co : Dataran tinggi Gayo umumnya Kabupaten Aceh Tengah kini menjadi daya tarik bagi wisatawan lokal di Aceh untuk berlibur akhir pekan.

Seperti puncak Bogor yang dijadikan tujuan wisata bagi pekerja dari Jakarta, telah terjadi di Takengon, Aceh Tengah dalam beberapa tahun terakhir.

Tingginya minat wisatawan lokal hadir ke Takengon, Aceh Tengah lantaran daerah ini menawarkan cuaca sejuk dan panaroma eksotis yang memanjakan mata. Para pengelola objek wisata di daerah ini pun terus bereksplorasi memacu tempat wisatanya agar ramai dikunjungi.

Disatu sisi trend ini sangatlah bagus bagi perkembangan perekonomian masyarakat Gayo, namun disisi lain banyak yang harus dibenahi. Terutama soal sampah.

Salah seorang wisatawan asal Lhokseumawe, Jhonsen Nanda mengaku dirinya sering berwisata ke Takengon bersama kolega dan keluarganya.

Ada satu hal yang membuat dirinya miris terkait pengelolaan objek wisata di Aceh Tengah terutama dalam penanganan sampah.

“Kalau kami hadir kesini, selalu membawa tempat sampah, minimal kami membawa kembali sisa-sisa atau bungkus perbekalan yang kami bawa. Saya sudah keliling ke tempat-tempat wisata disini. Sampah menjadi persoalan utama,” katanya.

Sampah yang berserakan hampir disemua tempat wisata kata Jhon begitu ia biasa disapa, mengurangi keindahan tempat wisata di Aceh Tengah. “Hanya ada satu dua tempat wisata yang pengelolanya aktif membersihkan sampah-sampah yang ditinggalkan wisatawan,” katanya.

Bahkan kata dia lagi, banyak objek wisata yang tidak menyediakan tempat pembuangan sampah sementara. “Persoalan wisata, erat kaiatannya dengan keindahan, tapi jika sampah-sampah tersebut tidak dikelola dengan baik, maka akan menjadikan image buruk bagi daerah ini,” ungkapnya.

Iapun mengajak semua pihak untuk sadar akan kebersihan. Karena menurutnya, sampahmu adalah miliknya. Pub begitu, harusnya sarana dan prasaran terkait sampah ini juga harus disediakan oleh pengelola.

“Saya juga mengajak, para wisatawan untuk mawas diri. Karena urusan sampah ini harus ada kesadaran bersama. Jangan membuang sampah sembarang, jika tidak tersedia tempat sampahnya, bawa dan kantongi lagi hingga ada tempat pembuangan sementara yang tersedia,” demikian Jhonsen Nanda.

[Darmawan]

Comments

comments