70 Siswa SDIT Cendikia Rampungkan Program Qur’an Ziyadah Intensif, Tertinggi 9 Juz

oleh

TAKENGON-LintasGAYO.co : Sebanyak 70 siswa SDIT Cendikia, Takengon, Aceh Tengah telah merampungkan program unggulan sekolah tersebut yakni Qur’an Ziyadah Intensif angkatan kelima.

“Ini merupakan angkatan kelima, yang dilaksanakan selama dua minggu. Tahun-tahun sebelumnya, siswa kelas VI kita inapkan, namun tahun ini mengingat kondisi pandemi Covid-19, kita hanya melaksanakan dari siang ke sore,” kata Kepala SDIT Cendikia, Kemala Hayati, A.Md, dalam sambutan penutupnya di Masjid Quba Bebesen, Sabtu 27 Februari 2021.

Dikatakan lagi, program ini merupakan program unggulan SDIT Cendikia dikelola oleh Badan Pengurus Harian Qur’an SDIT Cendikia yang diketuai, Efrida LF, masing-masing lulusan telah merampungkan hafalan minimal 2 Juz.

“Alhamdulillah, tahun ini hafalan tertinggi siswa kita mencapai 9 juz atas nama Afra Althafunnaja Bin Zuhaili dan 5 juz atas nama Alifa Timami Binti Win Ruhdi Bathin. Kedua orang tua dari dua siswa kita ini kita undang dalam penutupan ini,” terangnya.

Program tersebut katanya lagi, diampu oleh ustadz dan ustadzah yang sudah hafidz Al-Qur’an. “Sesuai tema kita, program ini dirancang untuk membangkitkan Ruhiyah Qur’an persiapan sebagai persiapan generasi Qur’ani,” demikian Kemala Hayati.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Aceh Tengah, Drs. Uswatuddin, M.AP dalam sambutan penutupnya mengapresiasi program unggulan SDIT Cendikia tersebut.

Menurut, salah satu inovasi yang dimasukkan Disdik Aceh Tengah dalam lomba inovasi daerah salah satunya adalah inovasi Generasi Cinta Al-Qur’an yang disingkat Gencar.

“Inovasi yang kita masukkan ini, semuanya milik sekolah-sekolah. Karena pelaksaannya disana. Oleh sebab itu, saya sangat mengapresiasi program SDIT Cendikia ini,” kata Uswatuddin.

Menurut Uswatuddin, penghafal Al-Qur’an merupakan insan istimewa dihadapan Allah SWT. “Untuk itu, kami berpesan kepada anak-anak kami hari ini, jaga hafalannya dan tingkatkan lagi, hingga hafal 30 juz,” demikian Uswatuddin.

Pantauan LintasGAYO.co, dua siswa yang menjadi penghafal tertinggi dalam program tersebut berkesempatan membacakan hafalannya di kedua orang tuanya.

Rasa haru bahagia tercuah dalam moment tersebut. Hingga Kadisdik Aceh Tengah juga sempat menitikkan air mata. “Saya terharu, saya sangat bahagia. Bayangkan jika semua anak-anak kita punya hafalan Al-Qur’an, tentunya pendidikan kita akan semakin maju,” kata Uswatuddin yang menghubungi LintasGAYO.co usai acara tersebut.

[Darmawan]

Comments

comments