“Kenara” Hantar Disdik Aceh Tengah Juara 1 Lomba Inovasi Perangkat Daerah

oleh

TAKENGON-LintasGAYO.co : Dinas Pendidikan Kabupaten Aceh Tengah berhasil menjadi juara 1 dalam lomba inovasi  daerah antar Satuan Kerja Perangkat Kabupaten (SKPK) di daerah tersebut.

Penyerahan penghargaan dilakukan oleh Bupati Aceh Tengah, Shabela Abubakar, Kamis 25 Februari 2021 di Opsroom Setdakab setempat.

Kepala Bappeda Aceh Tengah, Drs. Amir Hamzah, MM selaku penyelenggara mengatakan lomba inovasi daerah antar SKPK ini merupakan hasil penilaian di tahun 2020.

“Rencananya penyerahan penghargaan kita laksanakan pada resepsi HUT ke-444 Kota Takengon beberapa waktu lalu, namun karena ada sejumlah pembatasan baru kita bisa laksanakan pada launching inovasi daerah tahun 2021 pada hari ini,” kata Amir Hamzah, Kamis 25 Februari 2021.

Dikatakan lagi, juara-juara lomba inovasi antar perangkat daerah dimenangkan oleh Dinas Pendidikan sebagai juara 1, Disdukcapil sebagai juara 2, Dinas Perikanan sebagai juara 3.

“Sementara untuk juara harapan, Dinas Perpustakaan dan Arsip, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil dalam hal ini meraih dua penghargaan dan harapan 3 jatuh kepada Kantor Camat Kebayakan,” terang Amir Hamzah.

Sementara juara inovasi untuk kategori Puskesmas, juara 1 jatuh kepada Puskesmas Bies, juara 2 Puskesmas Pamar, juara 3 Rusip Antara, harapan 1 Puskesmas Rusip Antara, jarapan 2 Puskesmas Pegasing, harapan 3 Puskesmas Rusip Antara.

“Puskesmas Rusip Antara untuk kategori ini meraih 3 juara,” demikian Amir Hamzah.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Aceh Tengah, Drs. Uswatuddin, M.AP ketika dihubungi mengatakan, prestasi ini diperoleh berkat kerjasama keluarga besar Dinas Pendidikan Kabupaten Aceh Tengah.

“Ini merupakan kerjasama semua insan pendidikan di Aceh Tengah, sehingga kita bisa meraih penghargaan ini,” ucapnya.

Ditanya inovasi apa yang dibuat Disdik Aceh Tengah hingga menjadi juara, Uswatuddin menjawab inovasi berjudul Kenara (kreasi identitas budaya).

“Dalam Kenara ada beberapa inovasi yang ditawarkan diantaranya semua gerbang aekolah ada motif kerawang Gayonya. Setiap hari Kamis semua personil sekolah memakai kerawang Gayo.

“Bukan hanya itu, dikantin sekolah juga harus ada kuliner khas Gayo seperti gutel, lepat dan brahrum. Dan setiap tahunnya diadakan festival budaya Gayo,” ujar Uswatuddin.

“Semua inovasi yang ditawarkan dalam konsep Kenara ini mengacu semuanya kepada nilai adat dan istiadat Gayo, termasuk setiap hari Kamis semua unsur di sekolah wajib berbahasa Gayo atau kita menyebutnya Gayo Days,” tambahnya.

Dikatakan lagi, unsur pendidikan berbasis budaya yang dikembangkan di Aceh Tengah ini nantinya akan dibuatkan payung hukum baik berupa Perbup maupun Qanun.

“Tadi pak Bupati sampaikan, Perbubnya akan segera terbit. Dan ini menjadi suatu langkah positif dalam melestarikan nilai adat dan istiadat Gayo di dunia pendidikan kita,” demikian Uswatuddin.

[Darmawan]

Comments

comments