Cerita dan Hikmah Si Mahligai

oleh

Oleh : Kausara Usman, S.Sos.I.M.Pd*

Mahligai adalah seorang pejuang Pendidikan, ia menempuh perjalanan yang sangat jauh untuk menimba ilmu. Perjalalannya membutuhkan sekitar 2dua jam perjalanan. Ia juga menggunakan sepeda motor mengitari perbukitan dan pegunungan serta melewati beberapa kecamatan.

Ia bertempat tinggal disalah satu pinggiran Kabupaten Aceh Tengah dan berbatasan dengan Kabupaten tetangga Bener Meriah, tepatnya di Kampung Bintang Pepara Kecamatan Ketol.

Di dalam setiap kesempatan proses perkuliahan beliau selalu memberikan suatu permintaan bahwa saya minta ijin kepada Dosen yang mengajar jika saya terlambat. Dan beliau juga selalu meminta ijin denga para Dosen mengajar dalam perkuliahan untuk selalu terlebih dahulu untuk ijin pulang.

Mahligai berprinsip bahwa Pendidikan adalah sangat penting, dia pantang menyerah, biarpun ia sangat jauh untuk mendapatkan Pendidikan. Ia juga berpesan pada seluruh keluarganya agar semuanya menimba ilmu untuk masa depan mereka. Ia juga mengatakan Pendidikan adalah investasi untuk masa depan, bukan dengan Pendidikan harus bekerja, tapi Pendidikan adalah pedoman hidup di dunia dan Akhirat.

Mahligai juga merupakan salah satu Penyuluh Agama di Kecamatan Ketol, dan memberikan ceramah atau tausiyah di beberapa masjid dan menasah. Dalam setiap kesempatan ia berceramah ia menyelipkan cerita tentang masalah Pendidikan. Karena Pendidikan yang memberi warna dan pengetahuan yang menjadi pedoman hidup di dunia dan akhirat kelak.

Mahligai tidak pernah sungkan dan sangat hormat kepada setiap Guru atau Dosen yang memberi ia ilmu pengetahuan, dalam setiap kesempatan berdiskusi ia tidak luput untuk memberikan masukan atau berupa pertanyaan, dan disetiap ia memberikan suatu tanggapan ia membuat suasana menjadi ceria dan gembiradalam suatu ruangan perkuliahan.

Dengan keluguan atau ketidak tahuan ia memberikan tanggapan atau solusi dalam setiap acara perkuliahan.

Mahligai selalu ingin tahu terhadap sesuatu atau ilmu pengetahuan yang belum ia miliki dan ia fahami, ia selalu ingin lebih faham tentang sesuatu atau ilmu sampai hal-hal yang mendetil atau inti sari dari apa yang telah disampaikan dalam perkuliahan atau dalam berdiskusi dalam suatu kesempatan.

Selalu serius dalam setiap kesempatan baik pertemuan perkuliahan atau diskusi bebas, ia selalu bersemangat jika disampaikan materi selalu serius, dan selalu memberi semangat kepada teman-temannya untuk selalu serius di setiap kesempatan baik dalam hal belajar atau dalam suatu kegiatan kita sehari-hari.

Mahligai juga sangat berperan di masyarakat sekitar, ia sebagai soerang aparatur pemerintahan Kampung di wilayahnya, jadi mahligai ini sangat berperan aktif baik di bidang kemasyarakatan tanpa meninggalkan tugasnya sebagai seorang penyuluh agama, bahkan dalam suatu kesempatan ia sangat bersyukur dan berbagi kebahagiaan bahwa ia telah lulus mengikuti ujian seleksi sebagai penyuluh agama.

Bahkan ia tidak sungkan-sungkan untuk berbagi kebahagiaannya denga orang-orang disekelilingnya dengan mengadakan syukuran secara bersama-sama baik teman, sahabat, maupun guru yang memberikannya ilmu pengetahuan.

Mahligai juga memberikan kontribusi kepada almamaternya, jika ia dibutuhkan untuk mengabdi, baik secara moril atau spiritual, contohnya ia bersedia tenaga bagi pengembangan kampus, dan memberikan saran dan pendapat tentang kemajuan kampus.

Dalam melaksanakan tugas di bebankan kepadanya selalu menyelesaikan dengan segera, tanpa menunggu waktu untuk terlalu lama, karena waktu sangat berarti bagi dia, jika dalam sehari bisa diselesaikan kenapa harus di tunggu untuk esok hari.

Petuah beliau yang dituangkan dalam tugas kampusnya adalah beliau mengutif suatu tembang dilantunkan oleh artis Gayo dari wilayah Kecamatan Bies. Muatan yang diambil dalam lagu tersebut kalua di Bahasa Gayokan” Kurik Pe Ku Aku, Itik pe Kua aku, o Rawan Lepok sig ere mupa u”. kutipan beliau ini merupakan tugas akhir beliau yang I tulis.

Di suatu kesempatan tugas itu beliau di presentasikan mengundang hiburan bagi yang menguji tugas beliau, pada saat penguji memberikan pertanyaan kenapa beliau tertarik untuk mengutif karangan sebuah lagu dalam Bahasa Gayo, ia berujar bahwa itu merupakan identitas diri Orang Gayo, dalam setiap tulisan kalua bisa diwarnai dengan kajian yang memuat Bahasa Gayo.

Beliau berujar juga bahwa dalam setiap adat dan budaya gayo selau terkait tamsilan atau istilah dengan kehidupan sehari-hari, berupa hubungan denga Tuhan Mereka yaitu secara vertical dan hubungan social atau secara horizontal, kebetulan dalam tugasnya membahas tentang tanggung jawab seorang kepala keluarganya, terutam dalam kehidupan dunia dan akhirat kelak.

Dari beberapa cerita diatas bahwa dapat di ambil beberapa hikmah yaitu:
1. Seorang sangat mementingkan dalam menuntut ilmu baik untuk dunia maupun akhirat. Karena Menuntut ilmu merupakan kewajiban bagi setiap muslim baik laki-laki dan perempuan, sesuai denga hadist Menuntut ilmu itu wajib atas setiap Muslim” (HR. Ibnu Majah no. 224, dari sahabat Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, dishahihkan Al Albani dalam Shahiih al-Jaami’ish Shaghiir no. 3913).

2. Hormat kepada guru yang mengajarinya ilmu, Sebagai bentuk rasa hormat terhadap guru , perlakukanlah mereka dengan baik dan mulia. Dengan cara berbicara atau Berbicara lembut dan sopan, tidak berteriak atau membentaknya. Guru Sama halnya orang tua kita dirumah. … Menaati guru sama komentar menaati kedua orang tua kita dirumah.

3. Bertugas sebagai penyuluh agama Tugas pokok dan fungsi Penyuluh agama Islam sebagai juru dakwah/ da’i adalah melakukan dan mengembangkan kegiatan bimbingan atau penyuluhan agama dan pembangunan melalui bahasa agama kepada masyarakat”. … Posisi penyuluh agama Islam ini sangat strategis baik untuk menyampaikan misi keagamaan maupun misi pembangunan.

4. Hubungan vertical tidak melupakan hubungan horizontal ia berperan sebagai aparatur Kampung. Pemerintah desa mempunyai peran yang sangat berpengaruh terutama dalam upaya untuk menciptakan iklim yang mendorong tumbuhnya prakarsa dan swadaya masyarakat di pedesaan, yang dilakukan melalui pesan-pesan pembangunan, pengarahan kepada masyarakat untuk mendukung pembangunan dan penyaluran aspirasi (Deiby Ch. Tinggogoy).

5. Mencintai adat budaya Gayo. Mencintai keanekaragaman seni dan budaya yang dimiliki oleh bangsa Indonesia merupakan tanggung jawab kita semua sebagai warga Negara Indonesia. Keanekaragaman ini merupakan suatu kekayaan bangsa Indonesia yang harus dijaga dan dilestarikan agar tidak dicuri atau ditiru oleh bangsa lain. Melestarikan kebudayaan bangsa tidak dapat di batasi oleh usia maupun golongan manapun.

Demikian sekelumit cerita tentang mahligai dengan petuah atau hikmah yang dapat kita ambil dan pedomani.

*WAKIL KETUA II STIT AL WASHLIYAH ACEH TENGAH

 

Comments

comments