Orientasi Pendidikan Generasi Tembuni

oleh

Oleh. Drs. Jamhuri Ungel, MA*

Sebagaimana di Kabupaten lain demikian juga dengan di Bener Meriah lembaga-lembaga pendidikan tersedia, mulai dari jenjang pendidikan terendah sampai dengan jenjang Perguruan Tinggi, juga mulai dari sekolah umum SD, SMP, dan SMA/STM juga MIN, MTsN dan MAN bahkan ada juga Pesantren tradisional dan modern.

Artinya masyarakat mempunyai kebebasan dalam memilih pendidikan anak mereka apakah di sekolah negeri ataupun swasta.

Pemerintah Indonesia mewajibkan masyarakatnya menempuh pendidikan minimal jenjang sekolah SD (6 tahun) kemudian karena tuntutan zaman kewajiban menempuh pendidikan sampai sekolah menengah pertama (kewajiban belajar 9 tahun) kemudian bertambah menjadi 12 tahun wajib belajar.

Standar kewajiban belajar oleh Pemerintah direalisasikan dengan lapangan kerja yang disediakan, pada masa wajib belajar 6 tahun Pemerintah masih mempekerjakan tamatan SD di lembaga pemerintahan, demikian juga dengan masa wajib belajar 9 atau 12 tahun, sehingga sampai saat ini Pemerintah masih membuka peluang kerja bagi tamatan sekolah menengah atas (SMA sederajat).

Namun karena terbatasnya lapangan kerja maka tidak semua tamatan SMA sederajat dapat diterima sebagai pegawai negeri.

Tujuan pendidikan awalnya bermula dari mengurangi dan menghilangkan orang-orang yang buta huruf dari rakyat Indonesia pada masa ini pendidikan belum berhubungan dengan lapangan kerja, karena masyarakat pada saat itu mempunyai lapangan kerja sebagai petani dan belum ada lapangan kerja yang lain.

Selanjutnya tujuan pendidikan tidak hanya pada menghilangkan buta hurup tetapi disiapkan untuk melakukan pekerjaan berdasarkan kemampuan yang didapat dari pendidikan, keperluan pekerjaan tersebut disiapkan oleh Pemerintah sehingga mereka yang kerja di pemerintahan perlu adanya tanda tamat pendidikan.

Mengikut pola perkembangan tersebut maka masyarakat mengikut kehendak Pemerintah tersebut yang menjadikan pendidikan sebagai jalan untuk mencari pekerjaan bersama Pemerintah.

Selanjutnya perkembangan dunia mengikut pada arah pola pendidikan, sehingga kemajuan sangat ditentukan oleh arah dan kemajuan pendidikan. Juga pendidikan dibentuk untuk menjawab arah pembangunan dunia berdasarkan kebutuhan manusia, terakhir kebutuhan manusia tidak dapat dipenuhi tanpa adanya pendidikan dan terbentuknya lembaga pendidikan. Kemudian lahirlah beragam lembaga pendidikan di dunia.

Kini pertimbangan pendidikan di masyarakat bukan lagi terfokus pada mencari pekerjaan tetapi bertambah pada mempertahankan moral, tentu ini disebabkan karena rusaknya moral anak bangsa pada saat ini.

Sehingga banyak masyarakat menyekolahkan/menguliahkan anaknya kepada lembaga pendidikan agama atau sekolah umum yang banyak mempelajari pelajaran agama.

Bahkan banyak orang tua menyekolahkan anaknya pada lembaga pendidikan agama murni dengan mengabaikan tujuan pendidikan, bahwa kalau pendidikan tersebut adalah menjawab tantangan zaman demi memenuhi kebutuhan hidup bukan hanya moral.

Pada masa tujuan pendidikan hanya berupaya menghilangkan buta huruf maka masyarakat tidak memerlukan bagusnya mutu pendidikan karena tujuannya hanya dapat mebaca, masyarakat bisa sekolah dimana saja dan merka tidak harus sekolah keluar dari wilayah mereka.

Kemudian juga ketika semua orang yang berijazah diterima dimana saja bekerja masyarakat juga tidak perlu berpikir tempat sekolah yang bermutu, atau juga bisa kita pahami karena tujuan sekulah adalah sama maka tidak perlu memilih-milih sekolah, tetapi ketika mutu sekolah berbeda maka masyarakat dengan sendirinya akan memilih sekolah yang mutunya lebih bagus.

Dalam masyarakat Gayo pada saat ini tujuan pendidikannya adalah memperbaiki moral anak, dengan cara memasukkan anak mereka ke pesantren-pesantren yang kualitasnya bagus, sehingga kebanyakan anak disekolahkan di luar Gayo. Mulai dari daerah yang terdekat Bereuen, Lhoh Seumawe, Banda Aceh, Medan bahkan sampai ke pulau Jawa.

Setelah tamat mereka memasukkannya ke Perguruan Tinggi Agama mulai dari yang terdekat sampai kepada yang lebih jauh. Tujuan mereka Kebanyakannya adalah memperbaiki moral generasi muda, dan mereka meyakini kalau pendidikan agama dijalani yang bagus maka kehidupan yang lain akan terbawa dengan sendirinya. Baik itu masalah politik, ekonomi dan lain-lainnya. []

Comments

comments