REDELONG-LintasGAYO.co : Pengulangan proses seleksi JPTP Kabupaten Bener Meriah ditenggarai akan memakan korban. Direktur Ramung Instititu, Waladan Yoga, Jum’at 5 Februari 2021 memberikan analisanya terkait hal tersebut.
“Pertama, kemungkinan akan ada pergeseran posisi, yang awalnya tidak memilih Dinas tertentu kemudian pada pengulangan ini pilihannya bisa instansi yang berbeda,” terang Waladan.
Kedua kata dia lagi, kemungkinan juga akan ada yang tidak boleh ikut seleksi, mungkin ada persoalan umur, mungkin kemarin saat seleksi awal, syarat batas umur masih terpenuhi, namun ketika terjadi pengulangan syarat umur menjadi terlewati.
“Ketiga, banyak PNS Kabupaten Bener Meriah tidak dapat ikut seleksi, karena proses pengulangan ini hanya terbatas kepada mereka yang pernah ikut seleksi, walaupun kabarnya syarat syarat untuk bisa mengikuti seleksi kadis ini sudah diturunkan, maka banyak PNS potensial di Kabupaten Bener Meriah tidak dapat mengikuti proses seleksi ini, karena seleksi ini menjadi tertutup,” tegasnya.
Keempat, Banyak calon JPTP yang kehilangan banyak waktu, tenaga dan uang, proses pengulangan seleksi ini membuat lelah sebagian calon Kadis, waktu yang terkuras dan belum tentu juga lolos 3 besar apalagi di pilih sebagai Kadis definitif.
“Sudah tentu akan ada korban dari seleksi ulang, akibat ketidak hati hatian dalam melakukan proses seleksi. Jadi wajar kita tanyakan kualitas Sekda selaku ketua Pansel, yang kami nilai sudah tak layak dipertahankan,” demikian Waladan.
[Darmawan]





