Ada Kekhawatiran Warga di Vaksin, Begini Kata Satgas Penanganan Covid-19 Aceh Tengah

oleh

TAKENGON-LintasGAYO.co : Kekhawatiran warga di seluruh Indonesia tak terkecuali di Aceh Tengah terkait vaksin Covid-19, di jawab lugas oleh Satgas Penanganan Covid-19 Aceh Tengah.

Lewat Jubir Satgas, dr. Yunasri, M.Kes, Senin 11 Januari 2020 mengimbau masyarakat Gayo tak resah dengan keberadaan vaksin ini.

“Tahap awal, di Aceh Tengah akan dilakukan vaksinasi Covid-19 untuk seluruh tenaga kesehatan. Merekalah orang pertama yang akan di vaksin,” terangnya.

Dikatakan lagi, dari 2532 orang tenaga kesehatan (nakes) yang ada di Aceh Tengah, di tahap awal hanya 557 orang yang mendapat giliran untuk di vaksin.

“Untuk nakes saja, vaksinnya belum cukup. Jadi tidak perlu resah, kuota vaksin untuk Aceh saat ini hanya 14 ribu dosis, dan Aceh Tengah masih mendapat 557 dosis, artinya masih banyak kalangan nakes yang nantinya belum di vaksin,” ujarnya.

Disampaikan lagi, setelah nantinya seluruh nakes mendapat giliran untuk di vaksin, baru kemudian beranjak ke aparatur Pemerintahan, TNI-Polri dan tenaga penunjang di fasilitas kesehatan.

“Baru setelah itu, ada tokoh masyarakat, pelaku penunjang petekonomian, perangkat daerah kecamatan, dan perangkat desa,” ujarnya.

“Setelah itu selesai, baru dilakukan ke dunia pendidikan, baik guru dan siswa,” terangnya.

Tahapan-tahapan orang yang akan di vaksin itu kata Yunasri, yang terakhir adalah masyarakat dan pelaku perekonomian lainnya.

“Jadi jika dilihat aturan yang ada, tidak semua orang nantinya akan di vaksin, ada jenjangnya. Sehingga capaian herd immunity bagi Covid-19 di tengah-tengah masyarakat dapat tercapai, dan transmisi penyebarannya dapat terputus,” tegas Yunasri.

“Warga kita jangan terlalu khawatir berlebihan, kita lihat saja nanti, 557 nakes yang di vaksin, apakah ada efek samping atau tidak. Kami dari kalangan medis sendiri, yang akan menjadi orang yang dicoba dengan vaksin itu,” terangnya.

Menurut Yunasri, selain ada kalangan yang nantinya akan di vaksin, sebelumnya juga harus memperhatikan kesehatan orang yang akan di vaksinasi.

“Contoh, jika ada penyakit Comorbid, maka orang itu tidak akan dilakukan vaksinasi, begitu juga jika demam dan penyakit lainnya, ada aturan dalam melakukan vaksin itu,” tandasnya.

[Darmawan]

Comments

comments