Sukses Jemur Bonsai, Gaboc Rencanakan Kontes

oleh

Takengon-LintasGAYO.co : Penasehat Gayo Bonsai Community (Gaboc) Julihan Darussalam menyebutkan, setelah sukses menggelar acara “Jemur” Bonsai di Taman Inen Mayak Tri, Takengon, Kamis lalu, Gaboc merencanakan akan membuat pameran bonsai se-Aceh dan bahkan mempersiapkan karya anggotanya untuk ikut kontes ke tingkat nasional dan internasional.

Dari ratusan bonsai yang di perlihatkan ke halayak ramai pada acara Jemur Bonsai, ada beberapa menurutnya jika di poles dan dipertajam kaedah dan tata cara menata bonsai akan layak tampil di ajang pameran dan kontes.

Ini memang membutuhkan kerja keras dan ketekunan anggota Gaboc, sebut Julihan, di pesanggrahan Jul’Gallery miliknya, Rabu (6/1).

Dia mengatakan, pernyataan Bupati Aceh Tengah, Drs Shabela Abubakar yang mendukung dan memotivasi anggota Gaboc untuk terus berkarya cukup memberi sugesti bagi komunitas ini untuk tetap berkreasi dan membuat karya-karya spektakuler lainnya.

Apalagi bupati meminta agar event ini bisa menjadi agenda tahunan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat.

Ia mengakui, dari segi pengalaman dan kemampuan Gaboc masih perlu pematangan, untuk itu komunitas ini terus membuka jaringan dengan Rumah Bonsai Indonesia (RUBI) dan Perkumpulan Penggemar Bonsai Indonesia (PPBI) serta komunitas sejenis yang ada di seluruh Indonesia.

“Kami dulu sebenarnya ingin membesarkan komunitas Kosbi agar bisa mengembangkan sayapnya hingga ke pelosok negeri ini, namun oleh pencetusnya, Robert steven kami dianggap mengada-ada. Penolakan itu memecut kami untuk membangun komunitas bonsai “Gaboc” yang walau masih seumur jagung sudah berani tampil ke publik,” ujar lelaki yang juga hobby melukis ini.

Selain itu di daerah dataran tinggi Gayo, memiliki hamparan hutan yang ditumbuhi pohon berbatang keras dan berdaun kecil, cocok untuk dibuat bonsai. Dalam jiwa anggota Gaboc sudah terpatri, sebelum melakukan hunting ke hutan harus membawa pohon produktif untuk ditanam, baru boleh mendongkel bahan bonsai (babon).

“Saat hunting tidak boleh liar atau serampangan, semua yang dilihat babon diangkut. Tidak boleh seperti itu, cukup mengambil babon yang memiliki karakter batang prospek agar tidak merusak alam,” kata Julihan.

Gaboc memiliki motto “Kreatifitas Tanpa Batas” beranggotakan 30 orang. Gallery Bonsai beralamat di Kampung Kecamatan Kebayakan, Takengon.

[SP]

Comments

comments

No More Posts Available.

No more pages to load.