Keluarga Sakinah, Keluarga Taat Beribadah

oleh

Oleh : Nasri, S.Ag*

Keluarga yang sakinah adalah keluarga atau rumah tangga yang penuh dengan ketentraman, ketenangan dan kebahagiaan. Keadaan keluarga yang sakinah merupakan dambaan semua pasangan suami istri.

Untuk mewujudkan sebuah keluarga sakinah di era sekarang ini tidaklah mudah. Jangankan merindukan keluarga yang didalamnya penuh dengan ketenangan dan ketentraman, untuk mempertahankan keutuhan sebuah rumah tangga pun agak sulit.

Keberhasilan mempertahankan keutuhan rumah tangga di era kini merupakan sebuah prestasi. Karena telah berhasil menghalau banyak sekali godaan yang dapat menghancurkan sebuah rumah tangga.

Bahtera rumah tangga bisa dikendalikan oleh pasangan suami isteri (pasutri) yang memiliki kesepahaman yang sama dalam mengayuh biduk rumah tangganya. Satu di antara upaya terpenting dalam mempertahankan keutuhan rumah tangga adalah adanya nawaitu atau niat yang ikhlas pasutri saat awal menikah, yakni nikahnya sebagai ibadah.

Keluarga dalam pemahaman umum adalah unit terkecil dari masyarakat yang terdiri atas kepala keluarga dan beberapa orang yang terkumpul dan tinggal di suatu tempat dibawah suatu atap dalam keadaan saling ketergantungan, saling membutuhkan dan adanya sikap kerjasama atau saling tolong menolong (ta’awun) antar pasutri dan anggota keluarga lainnya.

Sebenarnya arti dari kata keluarga sangatlah mendalam dan dapat dimaknai dari berbagai sudut pandang yang berbeda pada setiap orang. Dalam tulisan ini definisi keluarga adalah sekumpulan orang yang terikat dalam hubungan pernikahan, kelahiran yang hidup dalam satu rumah tangga, dimana keluarga dapat terbentuk karena adanya hubungan darah dan ikatan emosional antara masing-masing individu sebagai anggota keluarga.

Sakinah adalah merupakan istilah dalam bahasa arab. Sakinah berasal dari kata sakana yang bermakna tenang atau tenteram, atau sebuah rumah yang memberikan rasa ketenangan dan kenyamanan.

Keluarga sakinah merupakan tujuan pokok dari ikatan pernikahan. Allah SWT dalam surat Ar Rum ayat 21 berfirman : “ Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.”

Ketenangan jiwa dapat memupuk rasa kasih sayang antara suami istri, ketenangan jiwa dapat menumbuhkan rasa tegar ketika ujian pernikahan datang melanda. Segala badai yang menghantam bisa dihadapi dengan tenang dan bisa dilaluinya.

Menggapai sakinah tidaklah mudah, suami dan istri haruslah belajar untuk saling mengalah, setia, saling memahami dan butuh kesabaran yang tinggi serta hanya menjadikan Allah SWT sebagai satu-satunya tempat memohon dan berharap terhadap apapun persoalan yang sedang dihadapi dalam sebuah keluarga.

Allah SWT berfirman : “Ya Tuhan kami, utuslah ditengah mereka seorang Rasul dari kalangan mereka sendiri yang akan membacakan kepada mereka ayat-ayat-Mu dan mengajarkan Kitab dabn Hikmah kepada mereka dan menyucikan mereka. Sungguh Engkaulah Yang Maha Perkasa, Maha Bijaksana” (QS Al Baqarah 129).

Untuk itu, prasyarat utama mewujudkan keluarga sakinah adalah ketaatan beribafah setiap pasutri dan anggota keluarga tersebut. Ini penting, karena niat ibadah yang disebutkan diawal saat menikah mempengaruhi perjalanan biduk rumah tangga.

Diyakini bahws menggapai Keluarga Sakinah merupakan tujuan yang pertama dan utama dalam suatu pernikahan. Dengan rasa sakinah atau ketenangan, kita dapat bersama sama beribadah kepada Allah Swt. Pasutri bisa mesra dalam ketaatan kepada-Nya, sehingga pada muaranya nanti semangat beribadah akan tumbuh sehingga pasangan jiwa dapat menjadi penyempurna iman dan Islam.

Inilah gambaran keluarga sakinah bagi pasangan suami istri yang mengharapkan dan menginginkan adanya sebuah ketenangan, ketentraman dan kenyamanan dalam suatu rumah tangga yang akan dibina nantinya. Wallahu a’lam.

*Penghulu Muda dan Kepala KUA Kec. Bies Kab. Aceh Tengah.

Comments

comments