Shabela : Jokowi Tak Pernah Sebut 1 Triliun Untuk Membeli Kopi Gayo

oleh

TAKENGON-LintasGAYO.co : Setelah pada siang harinya bertemu dengan Bupati Bener Meriah, Selasa 24 November 2020 sore selepas maghrib, Tim dari Lembaga Pembiayaan Dana Bergulir (LPDB) yang merupakan Satker dari Kementerian Koperasi dan UMKM Indonesia bertemu Shabela Abubakar di pendopo bupati Aceh Tengah.

Dalam pertemuan ini, Tim LPDB menyampaikan hal yang persis sama dengan yang apa yang mereka sampaikan kepada bupati Bener Meriah, Abuya Sarkawi.

Tapi berbeda dengan respon Abuya Sarkawi yang cenderung merendah, Shabela lebih terbuka menyampaikan kendala-kendala yang dihadapi daerah dalam menemukan solusi rendahnya harga kopi di masa pandemi ini.

Shabela menceritakan bagaimana dirinya bersama tim dari pemkab Aceh Tengah berusaha memohon pada salah seorang menteri di kabinet Jokowi untuk membantu Bank Aceh untuk membiayai resi gudang. Tapi sejauh ini usaha itu belum mendapatkan hasil.

Lebih lanjut, Shabela juga menceritakan bahwa sejak beberapa waktu yang lalu, di Gayo beredar luas kabar yang menyatakan bahwa presiden Jokowi berjanji untuk membeli kopi Gayo dengan menyediakan dana sebesar 1 triliun. Kabar tersebut kemudian dibantah sendiri oleh Shabela.

“Presiden tidak pernah menyatakan bahwa beliau akan membeli kopi Gayo senilai 1 triliun. Sebenarnya angka 1 triliun ini keluar dari mulut gubernur Aceh dalam sebuah pertemuan singkat dengan presiden Jokowi,” kata Shabela.

“Waktu itu Gubernur Aceh menyampaikan bahwa petani kopi Gayo membutuhkan dana untuk membeli kopi hasil panen mereka. Presiden bertanya, berapa dana yang dibutuhkan? Gubernur Aceh menelepon ke sini, bertanya berapa dana yang dibutuhkan, informasi di sini bilang 800 miliar, dibulatkan saja jadi 1 triliun,” ungkap Shabela.

Pernyataan ini disambut dengan anggukan yang diiringi senyum oleh Dirut LPDB Supomo dan Rizal Damanik, staf khusus menteri koperasi .

Dalam wawancara sebelumnya dengan LintasGAYO.co, secara terpisah Supomo dan Rizal Damanik sama-sama mengaku bahwa memang benar ada perintah dari presiden Jokowi untuk membantu pembiayaan pembelian kopi Gayo melalui program PEN (Pemulihan Ekonomi Nasional), tapi keduanya juga sama-sama mengaku kalau mereka tidak pernah mendengar informasi bahwa presiden pernah berjanji menganggarkan biaya pembelian kopi Gayo senilai 1 triliun.

[Win Wan Nur]

Comments

comments