Peluang Untuk Kopi Gayo : Skema Pembiayaan LPDB, Beda Jauh Dengan Bank

oleh

TAKENGON-LintasGAYO.co : Telah dua kali mendapatkan bantuan pendanaan dari LPDB, Rizwan Husin, Ketua Koperasi Baitul Qiradh (KBQ) Baburrayan, Aceh Tengah, mengungkapkan bahwa proses untuk mendapatkan pinjaman dari Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) tidak sesederhana mendapatkan pendanaan yang diajukan ke Bank.

Berbeda dengan Bank yang lebih fokus kepada agunan, entah itu berupa aset atau bukti kontrak pembelian. Untuk menyetujui pengajuan pinjaman, LPDB lebih berfokus pada kelayakan koperasi yang akan didanai.

Menurut, Dirut LPDB Supomo, sebelum lembaganya menyetujui pendanaan sebuah koperasi, LPDB terlebih dahulu melakukan verifikasi dengan ketat, mereka akan memeriksa pembukuan, mengecek kebenaran fakta bahwa koperasi itu membeli kopi dari UKM dan petani.

“Jadi, sebelum kita setuju mendanai sebuah koperasi, kita akan periksa dulu, secara kelembagaan, koperasi ini sudah bener nggak, berkejasama dengan kementrian, deputi kelembagaan juga, deputi pengawasan, semua, bener nggak mereka sudah sesuai aturan semua, benarkah mereka sudah confy, begitu.” Jelas Supomo, Selasa 25 November 2020, di Takengon.

Sementara itu, Ketua KBQ Baburrayyan Rizwan Husin menceritakan kalau sebelum koperasinya mendapatkan pendanaan dari LPDB, setidaknya mereka dua kali didatangi oleh utusan LPDB dengan orang-orang yang berbeda, bahkan kemungkinan LPDB juga mengirimkan orang yang menyelidiki performa koperasinya secara rahasia.

Ketika LintasGAYO.co menyebut nama sebuah koperasi besar, apakah mereka mendapatkan pendanaan dari LPDB, Supomo menjawab tidak.

Tapi, Rizwan Husin juga mengungkapkan bahwa Baburrayan bukanlah satu-satunya koperasi yang sudah pernah mendapatkan pendanaan dari LPDB, setidaknya sudah ada 4 koperasi lain di Aceh Tengah, yang kapasitasnya lebih kecil daripada Baburrayan yang mendapatkan pendanaan dari LPDB.

Selanjutnya, Rizwan Husin mengungkapkan, meski mekanisme untuk mendapatkan pendanaan dari LPDB tidak sesederhana mendapatkan pendanaan dari bank konvensional, tapi setelah pembiayaan disetujui, sangat banyak kemudahan yang didapatkan dari LPDB.

Selain bunganya yang ringan, karena LPDB juga sangat aktif memantau performa koperasi yang mereka bantu pembiayaannya. Ketika ada masalah penjualan seperti masa pandemi ini, LPDB sangat mudah menyetujui pengajuan relaksasi, alias penundaan pembayaran.

“Contohnya, ini waktu bulan juni tahun ini kan kelancaran ekspor kopi dari Baburrayan mulai terganggu, kadang sampai sebulan kopi tak bisa dikapalkan. Kami mengajukan relaksasi selama setahun, langsung disetujui. Bahkan proses pengajuannya juga sangat mudah, kami tak perlu mendatangi kantor LPDB di Jakarta. Semua proses cukup melalui surat,” ungkap Rizwan Husin.

[Win Wan Nur]

Comments

comments