[Puisi] Kopi Tragis

oleh

[Puisi] Kopi Tragis
Nurisma Suardi Putri

Mengemis di atas tanah sendiri
Menjadi babu dalam kekayaan yang dimiliki
Jeritan yang tak bersuara
Tangisan yang tak ber air mata

Kekuasaan, Seakan tak berguna
Penderitaan seolah hal yang biasa
Bak debu yang di injak tak berdaya
Tangisan kami di anggap hanya pikif belaka

Katanya Corona
Kami di minta diam menyaksikan
Kebijakan tak berguna

Katanya Corona
Kami di paksa terima setiap penindasan
Yang mengenyangkan mereka

Kopi yang kami tanam dengan jiwa
Kami besarkan dengan cinta
Kami siram dengan darah dingin kami punya
Diatas harapan kehidupan satu-satunya

Mirisnya

Harapan kami di bantainya
Saat kami tak berdaya
Jiwa kami tak bertenaga
Pikiran kami di lumpuhkan dengan kekuasaan kotor mereka

Keteragisan ini akan kami kenang selamanya
Dalam goresan jeritan luka

ALA Takengon, November 2020

[SY]


Ikuti channel kami, jangan lupa subscribe :

Comments

comments