Irwansyah, Da’i Pelantun Syair Mude Kala

oleh

TAKENGON-LintasGAYO.co: Penceramah Tengku Irwansyah (TIR) kini banyak dikenal oleh masyarakat, terbukti dari banyak agenda ceramah yang harus diisinya seperti di Aceh Tengah, Bener Meriah, Gayo Lues, Aceh Tamiang, Aceh Utara, Bireuen dan juga di Banda Aceh.

Tengku Irwansyah banyak dikenal masyarakat karena selipan syair yang dibawakannya ketika ceramah.

Ditemui pada Jum’at, 13 November 2020, Tgk Irwansyah mengatakan syair-syair yang di dendangkannya sebagai upaya untuk menarik minat masyarakat untuk mendengarkan ceramah yang berisi kebaikan.

“Syair yang saya bawakan ketika ceramah bersumber dari karangan ulama Gayo, Tengku Abdurrahman Daudi atau Tengku Mude Kala,” kata Tgk Irwansyah yang juga menjadi dosen di IAIN Gajah Putih.

Sahabat Ustadz Abdul Somad ketika di Maroko ini mengatakan ia mulai konsen berdakwah sekitar tahun 2013.

“Ketika itu saya menemukan buku syair Tgk Mude Kala pada tahun 2012. Selama setahun saya belajar syair-syairnya dan mulai membawakannya ketika berceramah,” jelas Tgk Irwansyah.

Kepadatan isi dan kekuatan makna menjadi motivasi kuat Tgk Irwansyah kerap mendendangkan syair dalam berceramah.

“Ulama Gayo kita sudah menulis syair sejak tahun 1930 silam. Dan kita sebagai generasi berkewajiban menyampaikan syairnya kepada masyarakat,” kata Tgk Irwansyah.

Menurut Tgk Irwansyah jika bukan di daerah Gayo, dirinya menyanyikan shalawat.

“Dakwah sudah menjadi kebutuhan hidup. Ikhlas untuk dicaci, sabar untuk di hina. Baik bagi kita belum tentu baik bagi orang. Jelek bagi kita, belum tentu jelek bagi orang lain,” demikian, Tengku Irwansyah Al-Waqi. [WD/Zuhra R]

Comments

comments