Wirkungs Geschichte Community : Menyongsong Perubahan Gayo

oleh

TAKENGON-LintasGAYO.co :  Sejumlah anak muda Gayo menginisiasi komunitas diskusi kelas (working class ideology) dengan membentuk Wirkungs Geschicht.

Dalam dialog di WRB Coffee beberapa waktu lalu, pembina Wirkungs Geschict, Abdan Sakura mengatakan komunitas ini berawal dari pertemuan suntuk di warung kopi oleh segelintir muda-mudi Tanoh Gayo, yang merasa terpanggil akan problematika yang akan dihadapi manusia dimasa depan,

“Maka lahirlah working ideology class sebagai cikal bakal terbentuknya Wirkungs Geschicht yang di adopsi dari buah pikiran filsuf Jerman Hans-Georg Gadamer dalam paparannya yang memiliki makna sejarah pengaruh,” katanya.

Working Ideology class telah membahas berbagai materi diskusi mulai dari Pengantar Filsafat, Silogisme, Materialisme Dialektika Historis, Fenomenologi, Hermeunetik Filosofis, Dekonstruksi, dan Geo Politik yang di adakan di WRB coffe shop sekaligus menjadi tempat deklarasi “Wirkungs Geschichte Community’’.

“Hadirnya komunitas ini sebagai wadah edukasi agar dapat membangun generasi yang produktif dan adaptif dengan perubahan zaman, sekaligus ruang untuk memperdebatkan perihal mendasar kehidupan. karena kami menyadari Ilmu pengetahuan sendiri tidak pernah lahir dari ruang hampa,” katanya.

Dilanjutkan, komunitas ini selalu berpijak pada suatu realitas tertentu. Dia merupakan produk dari suatu tradisi di dalam sebuah komunitas masyarakat. Tepat pada titik tersebut Wirkungs Geschichte comunity diperlukan bagi kelangsungan hidup sebuah masyarakat yang sehat. komunitas ini adalah komunitas yang dibangun dengan spirit ilmu pengetahuan dan kemanusiaan.

“Semoga ke depannya dengan adanya Wirkungs Geschichte community, kami dapat mengajak pemuda-pemudi Gayo untuk bergabung dan belajar bersama, membentuk sejarah perubahan yang baru di Gayo, mari kita lebih membuka pikiran dan wawasan tentang apa yang bisa kita lakukan untuk masyarat gayo, dan membuka cakrawala pengetahuan,” ungkao Abdan Sakura.

‘’Bukanlah spesies yang paling kuat atau paling cerdas yang mampu survive, tapi mereka yang paling mampu beradaptasi terhadap perubahan,” tambahnya mengutip pernyataan–Charles Darwin.

[Radi/DM]

Comments

comments

No More Posts Available.

No more pages to load.