Tènon Gayo Punah, Peneliti : Banyak Kosa Kata Bahasa Gayo Turut Hilang

oleh
Zulfikar Ahmad

TAKENGON-LintasGAYO.co : Salah seorang pemerhati budaya dan bahasa Gayo, Zulfikar Ahmad Aman Dio mengatakan bahwa dirinya saat ini sedang melakukan penelitian tentang keberadaan tenōn Gayo yang diperkirakan telah punah ditengah masyarakat Gayo sejak 80-100 tahun lalu.

“Berdasarkan data-data sementara tenōn Gayo telah ada sejak Zaman Neolitikum, setelah migrasi ke 5- India (hasil temuan ekskavasi arkeologi di Mendale, Aceh Tengah),” kata Aman Dio, Jum’at 26 Juni 2020.

Dikatakan, tenōn Gayo sebagai salah satu teknologi tradisional urang Gayo yang berkaitan erat dengan nama-nama alat dan istilah yang digunakan.

“Diperkirakan punahnya tenōn Gayo turut menghilangkan beberapa kosa kata Gayo yang berhubungan (langsung/tidak langsung) dengan teknologi tradisional ini,” katanya.

“Sebagai contoh kosakata yang hilang benang pancarona, benang dirin, benang pakan, benting, ceduh, celap, gendit dan masih banyak lagi,” tambah Aman Dio, Jum’at 26 Juni 2020.

Sekaitan dengan itu, Aman Dio ingin mengukur seberapa banyak kosa kata Gayo yang turut punah bersama teknologi tradisional lewat sebuah kuisioner form online yang bisa diisi oleh siapapun.

“Daftar Kosa kata dalam kuisioner ini adalah daftar kosa kata yang pernah digunakan oleh masyarakat Gayo sebelum tahun 1907. Kami sangat berterima kasih atas partisipasinya dalam rangka mempertahankan budaya Gayo,” katanya.

Menurutnya, kuisioner ini hanya untuk mengukur pengaruh seberapa besar potensi kepunahan bahasa akibat punahnya salah satu budaya te (Teknologi Tradisional).

“Objek pemajuan kebudayaan ada 10 item, seperti bahasa, tutur, seni, teknologi tradisional, pengetahuan tradisional, manuskrip dan lainnya. Di Gayo dari 10 objek pemajuan kebudayaan hanya 1 yang tidak ada, yaitu manuskrip,” tandasnya.

Untuk mengetahui kosa kata Gayo yang hilang, bisa diisi form online berikut : https://forms.gle/9gFM5JcKdJGetxXQA

[Darmawan]

Comments

comments