Teganing Alat Musik Etnik Gayo, Merdu Dipadukan dengan Alat Musik Modern

oleh
memainkan alat musik bambu Gayo, Teganing. (LGco_Zen Angkasa)

Setiap etnik memiliki memiliki instrumen musik khas daerah itu. Bagi warga di dataran tinggi Gayo, alat musik bambu selain suling ines ada juga teganing.

Teganing berbentuk kecapi, bedanya, teganing memakai seruas bambu bulat yang diolah dengan mencungkil 3 bagian kulitnya, lalu diganjal dengan potongan bambu kecil. Cungkilan kulit itu, akhirnya terangkai menyerupai tiga senar hingga menghasilkan irama saat dipukul.

Alat musik tradisional ini juga menggunakan belahan bambu yang digunakan untuk alat memukulnya.

Secara tradisi, teganing acap kali dimainkan oleh kaum hawa di daerah ini. Di zaman dunia belum tersentuh alat musik modern, kebiasaan urang Gayo beteganing di pepara rumah (teras rumah atas).

Jarang alat musik ini dimainkan oleh kaum lelaki. Biasanya, para gadis dan ibu-ibu memadukan alat musik ini dengan pukulan canang dan gong, serta gegedem (sejenis rebana).

Seiring berjalannya waktu, musik etnik mulai mulai digemari, lantaran dipadukan dengan alat musik modern.

Sentuhan etnik dan modern, menghasilkan harmonisasi yang luar biasa. Di Gayo sendiri, para seniman muda di daerah ini mulai berkreasi, dengan menciptakan berbagai karya musik etnik yang enak di dengar.

Bahkan, pada 2012 silam Komunitas Seni Budaya Lintas Gayo (KSBLG) membuat kegiatan bertajuk Inilah Gayo 3. Alat musik yang terbuat dari bambu menjadi fokus dalam pagelaran rakyat ini.

Bagaimana bentuk, suara dan nada yang dihasilkan teganing yang dikalaborasikan dengan alat musik modern? Saksikan video ini ;

[Darmawan Masri]

Comments

comments