Sebelum Terlambat, Pemkab Aceh Tengah Diminta Evaluasi Pola Pasar Takjil di Tengah Corona

oleh

TAKENGON-LintasGAYO.co : Kekhawatiran merebaknya coronavirus di dataran tinggi Gayo pada saat Bulan Ramadhan begitu terasa. Mengapa tidak, di bulan Ramadhan ini pengabaian anjuran pemerintah untuk tidak bekumpul dan memakai masker acap kali terjadi. Bahkan, banyak yang sudah tidak peduli. Dan itu terjadi saat masyarakat asik-asiknya berburu takjil.

Menanggapi itu, salah seorang warga Aceh Tengah, Maharad meminta Pemkab Aceh Tengah segera mengevaluasi pola penjualan pasar takjil di tengah wabah Corona.

“Kita sudah ingatkan beberapa waktu lalu, pasar Takjil jangan dibuat di Pasar Inpres lagi, tempatnya sudah tidak layak. Tapi tetap saja dibuat disana. Itu yang kita sesalkan,” katanya, Sabtu 25 April 2020.

“Sebelum ini semua terlambat, segera atur ulang polanya. Jika tidak kita akan menyesal. Seperti kata pepatah Gayo, hemat jimet tengah ara, inget-inget sebelem kona,” tambah Maharadi yang juga aktivis Jaringan Anti Korupsi Gayo (Jang-Ko) ini.

Maharadi menilai, action pemimpin di Aceh Tengah ke arah pencegahan penyebaran Covid-19 tergolong minim. Ia melihat, Bupati hanya keseringan menghimbau dari pada aksinya.

“Disaat sekarang, pola imbau-mengimbau sudah bukan zamannya lagi, orang-orang enggak akan mau dengar. Action dong pak, karena hanya Bapak yang bisa merubah itu semua, disekeliling Bapak juga banyak orang-orang cerdas, hanya saja sarannya sering diabaikan dan dianggap musuh,” tandas Maharadi.

[Darmawan Masri]

Comments

comments