Oleh : Fauzan Azima*
Pelaksanaan lockdown pada tingkat kampung sudah mulai bisa direncanakan untuk mencegah pandemi Covid-19. Masing-masing kampung harus membuat simulasi kalau benar-benar tidak boleh lagi keluar rumah dilaksanakan.
Perlu kekompakan aparatur kampung dengan para pemuda serta pelibatan kaum perempuan dalam menyusun skema “diam di rumah” untuk proses distribusi bahan makanan. Sementara bantuan dari pemerintah belum datang, perlakukan subsidi silang (orang kaya memberi bantuan kepada orang miskin) dengan penuh kesadaran.
Dalam situasi ini diperlukan kekompakan dan solidaritas. Kita tahu dengan alasan politis dan ekonomis pada tingkat nasional, provinsi, kabupaten dan kecamatan sementara terasa sulit melaksanakan kebijakan lockdown, maka inisiatif pada tingkat kampung bisa dilaksanakan demi keselamatan diri, keluarga dan masyarakat kampung.
Kalau beberapa kampung sudah dilaksanakan, maka kampung lain akan mengikutinya. Upaya tersebut sangat membantu pemerintah dalam upaya menekan berkembangnya pandemi virus corona.
Inisiatif pencegahan berkembangnya virus berbahaya ini, tidak melulu harus dari pemerintah. Kita dari masyarakat kampung pun juga harus berfikir dan melaksanakan protokol pencegahannya.
Mulai sekarang setiap kampung segera buatkan aplikasi yang memungkinkan untuk bisa berkomunikasi langsung via HP atau laptop secara party sebagai pengganti pertemuan fisik. Manfaatkan teknologi IT sebaik-sebaiknya untuk komunikasi dan silaturahmi dalam menyelamatkan diri kita bersama.
Mumpung kasus terpapar corona dan kematian masih kecil di negeri kita, segera manfaatkan waktu untuk merencanakan lockdown di tingkat kampung dan protokol pencegahan lainnya sampai pada pelaksanaan fardhu kifayah bagi saudara-saudara kita yang meninggal dunia akibat Covid-19.
(Mendale, 27 Maret 2020)





