Jepang — LintasGayo.co: Jepang bersedia berinvestasi di Aceh. Namun, perusahaan-perusahaan dari investor terbesar ketiga di Indonesia setelah Singapura, dan Tiongkok mensyaratkan adanya trust.
Peluang Aceh untuk menarik minat perusahaan asal Jepang makin terbuka mengingat dalam empat tahun ke depan Jepang berencana memperluas investasi di Indonesia senilai 28 Triliun Rupiah.
“Kita harus merebut perhatian negara investor, untuk itu wajib berbenah, termasuk mengajak perusahaan di Aceh untuk menjadi perusahaan yang dapat dipercaya di level dunia,” kata Sekda Aceh, dr Taqwallah, M. Kes yang memimpin Delegasi Aceh ke Jepang.
Melalui siaran pers dari Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Aceh (DPMPTSP), Kepala DPMPTSP Dr Aulia Sofyan membenarkan bahwa trust menjadi syarat penting.
“Menepati janji dan jujur adalah dua perilaku yang membuat perusahaan di Jepang siap berkerjasama,” kata Dr. Aulia Sofyan.
Aceh bersama Kalimantan Timur berkesempatan mempromosikan peluang investasi daerah ke Jepang dalam ajang Indonesia Business Forum (IBF) garapan Indonesia Investment Promotion Center (IIPC)/BKPM yang digelar di The Grand Ginza Jepang,
Pada kegiatan yang berlangsung selama tanggal 28 Oktober s.d 2 Nopember 2019 bertajuk “Exploring Investment Oppprtunities of Western Indonesia Region and Indonesia’s New Capital Destination” yang diselenggarakan di dua Kota yaitu Tokyo dan Toyama, delegasi Aceh dipimpin oleh Sekda Aceh.
Sekda Aceh ikut didampingi Kadis Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Aceh (DPMPTSP) Dr. Aulia Sofyan, Kadis Kelautan dan Perikanan Aceh Dr. Ilyas, MP, dan Kasi Deregulasi Penanaman Modal DPMPTSP Aceh Zulkifli Hamid, termasuk Penasihat Khusus Gubernur Aceh Bidang Administrasi Publik, Tomy Mulia Hasan.
Menurut Sekda Aceh, dengan modal hubungan diplomatik antara Indonesia dan Jepang yanh sudah 60 tahun harusnya sudah ada investor asal Jepang di Aceh. “Ini tantangan bagi kita, peluang untuk segera berbenah, agar beberapa perusahaan Jepang bersedia hadir di Aceh untuk berinvestasi sesuai keunggulan potensi daerah kita” ujar Pak Taqwallah.
Menurut Aulia Sofyan, realisasi investasi di Aceh kondisi triwulan III-2019 sebagaimana sudah disiarkan oleh BKPM beberapa hari lalu tmenempatkan Aceh sebagai peringkat ke 14 (empat belas) terbesar untuk Penanaman Modal Asing (PMA), dan ini disebut peringkat terbaik PMA di Aceh dalam lima tahun terakhir.
“Kondisi ini menunjukkan bahwa kepercayaan investor luar terhadap Aceh terus meningkat, Aceh dianggap memiliki konsistensi kebijakan dan usaha-usaha perbaikan yang signifikan dalam memperbaiki iklim berusaha,” ujar Dr Aulia Sofyan, alumnus University of Queensland, Australia.
Selama di Jepang, delegasi Aceh mengikuti Indonesia Business Forum, one on one meeting di Tokyo, Toyama Fair Investment Exhibition, pertemuan dengan sejumlah pihak, antara lain dengan Toyama CCI and Manager of TONIO (Toyama New Industry Organization) SME Support Center, pertemuan dengan Toyama Prefectural Federation on Societeis of Commerce and Industry, pertemuan dengan Vice Governor of Toyama, dan Overseas Investment Environment Seminar di Toyama Techno Hall, serta network session.
“Kegiatan selama di Jepang menjadi cikal bakal kerjasama Aceh dan Jepang ke depannya, khususnya dengan pemerintah Toyama dan telah menarik beberapa calon investor dari Jepang yang akan mempelajari lebih lanjut untuk berinvestasi di Aceh,” tutup Aulia Sofyan. [js]







