- REDELONG-LintasGAYO.co : Bupati Bener Meriah Tgk. H. sarkawi yang diwakili Asisten Pemerintahan dan Kesmas Setdakab Bener Meriah Drs. Mukhlis membuka workshop evaluasi pelaksanaan peraturan bupati dan penyusunan model pelayanan kesehatan ibu dan anak serta gizi di Gedung Empu Beru, Senin (15-7-2019).
Workshop evaluasi yang di gelar oleh Kompak Aceh bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Bener Meriah tersebut berlangsung selama dua hari, 15-16 juli 2019.
Asisten 1 Drs. Mukhlis dalam sambutannya menyampaikan, bupati melalui Dinas Kesehatan melakukan pengawasan terhadap semua kegiatan yang berkaitan dengan penyelenggaraan pelayanan kesehatan ibu dan anak yang dilakukan oleh satuan kerja perangkat daerah dan unit satuan kerja perangkat daerah, swasta dan mandiri. Sudah ada Peraturan Bupati (Perbup) khusus yang dibuat pemerintah, namun diperlukan evaluasi agar pelaksanaannya bisa berjalan dengan maksimal.
“Berbagai masukan dari seluruh stakeholder tentunya akan bermanfaat guna menyempurnakan peraturan bupati yang kita evaluasi sekarang, semua usulan dan rekomandasi bagi Perbup Kesehatan ibu anak dan gizi di Kabupaten Bener Meriah sangat diperlukan sebagai upaya peningkatan kualitas, fasilitas dan layanan kesehatan serta alokasi anggaran yang memadai bagi kesehatan pada ibu dan anak serta kesehatan reproduksi perempuan,” katanya.
“Melalui workshop ini semua stakeholder harus melaksanakan gerakan-gerakan yang sinergi dalam upaya penyelamatan ibu dan anak serta perbaikan gizi di Kabupaten Bener Meriah, diantaranya, dibutuhkan peran dari masyarakat, PKK, dan kader yang aktif dalam pendataan sasaran. Dalam hal ini, PKK memiliki peran yang besar sebagai ujung tombak di masyarakat, karena berhubungan langsung dengan masyarakat dalam berbagai program termasuk untuk ibu dan bayi. Melalui kegiatan ini juga diharapkan dapat lebih memperkuat koordinasi dan menyamakan persepsi serta mengevaluasi program kesehatan ibu dan anak yang menjadi program prioritas, selain itu juga mewujudkan salah satu tujuan Kabupaten Bener Meriah yaitu sebagai kota sehat,” tambahnya.
Diakhir sambutannya, Mukhlis menyampaikan, dengan workshop yang berlangsung selama dua hari itu dapat tercapai peningkatan akses pelayanan kesehatan ibu anak dan gizi sehingga bisa mempercepat penurunan angka kesakitan dan kematian ibu, bayi baru lahir, dan anak balita, juga mendorong terjadinya perubahan perilaku seluruh masyarakat dan pemberi pelayanan kesehatan khususnya untuk ibu dan anak.
“Semoga kita bisa menguatkan koordinasi dan menyamakan persepsi demi menaikkan angka kesehatan ibu dan anak di Kabupaten Bener Meriah,” tandasnya.
[SP/DM]





