Kisah Pemuda Bale; Hampir Terpanggang Saat Padamkan Api Bur Gayo

oleh
Pemuda Bale padamkan api di Bur Gayo

Catatan : Darmawan Masri*

Pemuda Bale Padamkan Api

Dalam beberapa hari terakhir, kebarakan lahan dan hutan terjadi di Kabupaten Aceh Tengah. Yang paling mencolok adalah saat kawasan wisata Bur Gayo (Bur Telege) mengepulkan asap petanda kebakaran hebatpun terjadi.

Amatan LintasGayo.co, pada Minggu 2 Oktober 2016 lalu, kobaran api datang dari arah Bur Asir-Asir, Kecamatan Lut Tawar. Api padam pada esok harinya Senin 3 Oktober 2016.

Tak lama api padam, kembali terlihat kobaran dahsyat datang dari sisi timur Bur Gayo, tepatnya dari arah One-One. Dengan cepat api menjalar hingga terlihat kobaran besar pada malam harinya hingga ke perkuburan umum Kampung Dedalu, Kecamatan Lut Tawar.

Tak hanya itu, ternyata api juga sudah menjalar ke segala sisi Bur Gayo. Banyak yang resah melihat kebakaran yang hampir saban tahun terjadi di kawasan tersebut.

damkar-1Warga yang tinggal di kaki Bur Gayo gelisah. Betapa tidak, api semakin mendekat ke pemukiman mereka. Selasa, 4 Oktober 2016 siang harinya, kobaran api semakin membara, butuh langkah segera untuk memadamkan api.

Sejak malam, Senin 3 Oktober, Reje (Kepala Kampung-red) Hakim Bale Bujang, Kecamatan Lut Tawar, Aceh Tengah, Misriadi (Adi Bale) mengintruksikan kepada pemuda setempat untuk berjibaku memadamkan api.

Tak kenal lelah, dibantu beberapa petugas dari Tagana, TNI-Polri serta warga setempat, para pemuda Bale bergegas mendengarkan intruksi tersebut. Mereka bekerja menjadi upes (relawan-red) api hingga menjelang subuh.

“Melihat kondis fisik pemuda menurun, kami pun membagi tim pada pagi harinya, sempat juga saya meminta bantuan kepasa aktivis HMI Takengon,” kata Adi Bale.

Meski sudah berusaha, ternyata api belum bisa dipadamkan. Sore harinya, tatkala api semakin mendekat ke pemukiman warga, 4 armada Damkar Aceh Tengah diturunkan, hingga akhirnya api berhasil dijinakkan.

Hampir Terpanggang Api

Pemuda Bale Padamkan ApiDalam upaya memadamkan api di kawasan wisata itu, ternyata Pemuda Bale punya kisah yang bakal diingatnya seumur hidup.

Kepada LintasGayo.co, Adi Bale bercerita, saat itu Selasa siang beberapa pemuda masuk ke lahan yang tebakar. Dengan menggunakan pelepah kayu, mereka memukul-mukul api hingga padam.

Ditengah keasyikannya, tiba-tiba datang angin kencang yang kemudian menyulut api, tak terelakkan dalam hitungan detik api langsung membesar dan mengelilingi para pemuda itu.

“Kejadiannya sangat cepat, lahan sangat kering membuat api dengan lahap memberangusnya. Bak padang Savana yang terbakar, para pemuda terjebak dikelilingi api,” kenang Adi Bale.

Melihat kondisi genting tersebut, tak menunggu lama para pemuda mengambil langkah penyelamatan.

“Banyak yang langsung lompat. Karena berada diketinggian, jadi lompatannya menuju ke tempat oaling rendah. Saat melompat, banyak yang terjatuh, hingga terguling-guling. Bersyukur tidak ada yang mengalami luka serius maupun luka bakar, hanya lecet-lecet sedikit saja,” kata Adi Bale.

Lebih dari 100 Ha Lahan Terbakar

damkar-2Akibat kebakaran hebat itu, diperkirakan sekitar 100 Ha lebih lahan hangus terbakar. Belum, ada pihak yang dapat dikonfirmasi terkait kerugian yang ditimbulkan dari kebakaran itu.

LintasGayo.co masih menerima informasi dari Pemuda Hakim Bale Bujang, bahwa mereka mengalami kerugian sekitar 5000 pohon Alpukat yang beberapa bulan sebelumnya baru ditanam di kawasan tersebut.

Kebakaran yang terjadi di rerimbunan pohon Pinus (Gayo : Uyem-red) itu seharusnya tak perlu terjadi, karena kita semua yang akan dirugikan. Namun, tingkat kesadaran yang masih rendah akan bahaya api terlebih membakar lahan kering saat musim kemarau adalah penyebabnya. Untuk itu, mari kita tingkatkan kesadaran untuk tidak membakar lahan kering di musim kemarau, atau sekedar membuang puntung rokok dilahan yang terlihat kering.

Salam lestari…!!!

Comments

comments

No More Posts Available.

No more pages to load.