Pentingnya Literasi Media bagi Mahasiswa

oleh
Edelwis (foto:ist.)

Catatan : Edelwis Mentovani Diara*

Edelwis (foto:ist.)
Edelwis (foto:ist.)

APA yang membuat mahasiswa berbeda menurut pandangan saya adalah penambahan kata sebelum “siswa” yaitu “kemahaannya”. Lantas ada apa dengan “kemahaan”?

Maha dalam kamus bahasa Indonesia diartikan sebagai sesuatu yang sangat amat besar, maka tidak heran jika penempatannyapun bernama “perguruan yang konon katanya tinggi”. Sampai disini kiranya sudah cukup untuk memahami jika membuka cerita tentang mahasiswa artinya berbicara mengenai sosok dengan berbagai tanggung jawab, salah  satunya  adalah  menjaga atmosfer keilmuan di lingkungan kampus.  Hal ini hanya  dapat dilakukan oleh sosok mahasiswa yang aktif, kritis, serta selektif dalam mengkaji  berbagai sumber ilmu, salah satunya adalah media.

Pada dasarmya mahasiswa sangat mungkin menggunakan media sebagai alat untuk merepresentasikan apa-apa saja yang diyakini. Hal ini sesuai dengan teori Analisis Kultivasi dikemukakan oleh Gerbner, ia memprediksikan dan menjelaskan formasi dan pembentukan jangka panjang dari persepsi, pemahaman, dan keyakinan mengenai dunia sebagai akibat dari konsumsi akan pesan media.[1]

Selain itu, sulit untuk memahami keabsahan realitas yang di bingkai oleh media. dalam hal ini mahaiswa tidak jarang terkontruksi oleh pola realitas.hal ini sesuai dengan pandangan konstruktivisme yang menggangap media bukan hanya saluran pesan, tetapi ia juga subjek yang mengontruksi realitas lengkap dengan pandangan, bias dan pemihakannya.[2]

Penulis berpendapat  penentuan akan sesuatu yang di anggap realitas tetaplah bersifat internal  akan tetapi, disatu sisi tak bisa menafikan peranan stuktur sosial di dalamnya. Maka perlu standard tertentu dalam mengukur tingkat validitas dari suatu informasi.

Kesimpulan penulis, terdapat dua hal penting yang harus di miliki mahasiswa. Pertama, kemampuan untuk  mempertahankan  fakta. Kedua kemampuan untuk mempertahankan kebenaran. Caranya adalah dengan memahami  persesuaian antara pengetahuan dan obyek.  Ketika seseorang mengatakan  bahwa bumi berbentuk petak. Kenyataannnya berbentuk bundar, maka pengetahuan akan tidak sesuai dengan realita objeknya sehingga menjadi fakta yang “tidak benar”.

Mahasiswa akan mampu mengamati kesesuaian yang paling tepat dengan keampuan literasi. Disini  literasi berfungsi untuk menyaring informasi sehingga   setiap saat bisa sadar terhadap bentuk pesan yang disampaikan, mampu melakukan kontrol terhadap isi secara kritis dan cerdas. Dalam prosesnya mahasiswa juga di tuntut untuk memiliki stuktur pengetahuan yang kokoh yang sewaktu-waktu bisa berfungsi sebagai alat pembanding, sehingga memperkecil kemungkinan untuk mendatangkan kebenaran yang keliru.

Menurut Potter, literasi media  adalah “a perspective from which we expose ourselves to the media and interpret the meaning of the messages we encounter. We build our perspective from knowledge structures, which are constructed from information using skills[3] Berdasarkan pengertian tersebut dapat diketahui jika seseorang bisa menggunakan lierasi sebagai sebuah perspektif untuk memaknai informasi yang dijadikan sebagai model instruksional untuk berbagai eksplorasi.

Dapat disimpulkan bahwa literasi media merupakan  kemampuan yang harus  dimiliki mahasiswa, hal ini berguna untuk  mendeteksi keabsahan suatu realitas, mengetahui tingkat validitas dari suatu informasi, serta mengetahui kebenaran dan fakta yang tepat. Perwujudan kemampuan literasi juga dimaknai sebagai bentuk tanggung jawab guna menjaga athmofer intlektual di lingkungan kampus.

 *Mahasiswi  Hubungan International UGM


[1] Richard, Lynn H. Turner. Pengantar Teori Komunikasi. Indonesia: Selemba Humanika, 2008.

[2] Bennett, Tony. Media, Reality, Signification. London: Methuen, 1982.

 

[3] Potter, W. James. Theory of Media literacy: A Cognitive Approach. London : sage Publications, 2004.

 

Comments

comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.