Takengon-LintasGayo.co : Salah seorang warga Kecamatan Silihnara, Adli mengatakan, bahwa jembatan darurat Arul Pekabah yang menghubungkan Kampung Paya Beke, Rutih dan Angkup sudah memakan korban.
“Beberapa waktu lalu, seorang pengendara sepeda motor bernama Kurnia terjatuh ke sungai bersama kenderaannya. Beruntung, masih selamat dan hanya mengalami luka ringan,” kata Adli, Minggu 31 Agustus 2015.
Dijelaskan, kondisi jembatan saat ini sangat membahayakan pengendara yang melintas. “Jembatan ini sempat putus saat terjadi banjir bandang di Paya Beke empat bulan lalu, kemudian banyak pejabat yang datang berkunjung kesini. Jembatan darurat ini pun dibangun secara swadaya dari masyarakat,” terang Adli. (Baca : Warga bangun jembatan darurat Rutih-Angkup)
Adli bersama masyarakat sekitar meminta, Pemkab Aceh Tengah segera membangun jembatan tersebut, hal itu dikarenakan jalur itu merupakan akses vital bagi petani yang hendak mengangkut hasil pertaniannya, terlebih pada bulan September ini warga akan melakukan pemanenan padi (Munoling : Gayo). (Baca : Kondisi Darurat, Warga Harap Jembatan Arul Pekabah Angkup-Rutih Segera Dibangun)
“Walau tidak dibangun permanen minimal ada sedikit bantuan berupa besi baja dan plat besi sehingga dapat dilalui kendaraan roda empat,” harap Adli.
(Darmawan Masri)





