
Takengon-LintasGayo.co : Warga yang bermukim di seputaran Kampung Paya Beke, Rutih dan Angkup berharap Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah membangun jembatan Arul Pekabah yang menghubungkan kampung-kampung tersebut.
Jembatan yang sempat putus diterjang derasnya arus sungai, Minggu 19 April 2015 lalu, sempat diperbaiki secara swadaya oleh masyarakat sekitar dan tim dari BPBD Aceh Tengah. Namun, keadaan jembatan darurat tersebut hingga kini kondisinya sangat memprihatinkan dan mengganggu aktivitas warga sekitar yang hendak mengangkut hasil pertaniannya. (Baca : Warga bangun jembatan darurat Rutih-Angkup).
Salah seorang penduduk setempat, Adli, kepada LintasGayo.co, Senin 31 Agustus 2015 menerangkan, sudah hampir empat bulan jembatan itu masih dalam kondisi darurat. “Belum ada tanda-tanda akan dibangun. Jembatan ini hanya bisa dilalui kenderaan roda dua,” kata Adli.
Dia menerangkan, empat bulan lalu saat musibah banjir bandang di Paya Beke aparatur pemerintahan banyak yang berkunjung kesana dan melewati jembatan tersebut. “Mereka (pemerintah) sudah tau kondisi jembatan ini. Namun, tanda-tanda akan diperbaiki saja pun belum ada. Apa pada awal bencana saja mereka kemari, atau hanya sekedar pencitraan saja,” ucapnya.
Adli bersama warga lainnya berharap, Pemkab Aceh Tengah segera membangun jembatan tersebut. “Kami hanya berharap pemerintah segera membangunnya. Akses ini sangat vital bagi kami, terlebih memasuki bulan September ini warga sekitar akan melaksanakan panen padi (munoling : Gayo). Para petani sekarang kebingungan bagaiman mengankut hasil pertanian mereka jika kondisi jembatan masih seperti ini,” tandas Adli.
(Darmawan Masri)





