Takengon-LintasGayo.co : Diskusi Buku Bayakmi Selasa sore, 30 Juni 2015 di Bayakmi Cafe Kebayakan, kembali dihadiri oleh berbagai lapisan masyarakat Takengon. Buku Filosofi Kopi karya Dee Lestari, menjadi pebincangan menarik yang diulas langsung oleh pemateri Sayid Fadhil Asqar, seorang penulis, motivator sekaligus penggiat kopi.
“Filosofi Kopi adalah sebuah proses Dee dalam mengumpulkan kepingan sejarah. Ia melahirkan Filosofi Kopi, mematangkan dirinya dalam kehidupan,” ungkap Sayid Fadhil di permulaan diskusi.
Cerpen yang telah divisualisasikan menjadi sebuah film layar lebar tersebut, merupakan sebuah cerita tentang seorang pemuda bernama Ben yang tergila-gila dengan kopi. Ia seorang barista handal yang sangat menikmati profesinya. Ia sukses menghubungkan tiap ramuan kopi dengan filosofi.
Ia pun merasa terusik ketika kopi terbaik buatannya yang diberi nama Ben’s Perfecto hanya diekspresikan dengan kata lumayan oleh salah satu pengunjung kedainya. Ben bersama Jody temannya, kemudian mencari tahu kopi yang dimaksudkan pengunjung tersebut yang tak kalah enak dari Ben’s Perfecto buatannya. Pencarian tersebut berakhirnya dengan Kopi Tiwus buatan Pak Seno yang ia cicipi.
Filosofi Kopi diulas dengan menarik oleh Sayid Fadhil baik secara isi cerita maupun Dee sebagai penulis cerpen tersebut. Ditambahkan olehnya bahwa Filosofi Kopi merupakan gambaran kehidupan tentang ego individualitas manusia, menggambarkan kesombongan demi kesombongan yang menantang kesempurnaan.
“Seperti racikan kopi yang punya takaran, Hidup juga begitu. Ada porsinya, tidak berlebihan, ada batasnya dan melalui Filosofi Kopi, Dee Lestari berhasil menggambarkan itu dengan klise sederhana,” papar Sayid Fadhil.
Dalam diskusi yang berlangsung lebih dari satu jam tersebut. Sayid Fadhil juga menyatakan kekagumannya kepada Dee Lestari.
“Filosofi kopi adalah sebuah sindiran. Dee berhasil melihat kopi dari sudut pandang yang berbeda. Esensi kopi menjadi sebuah pelajaran tentang makna kehidupan,” tutupnya.
(Zubir)





