Dari 7.253 warga Kecamatan Lokop, 616 orang hidup dibawah garis kemiskinan

oleh

Lokop Serbejadi-LintasGayo.co : Kawasan pemukiman masyarakat Gayo di Lokop Serbejadi yang merupakan wilayah administratif yang terletak di pelosok Kabupaten Aceh Timur terdiri dari tiga kecamatan (Lokop, Penaron dan Simpang Jernih). Kecamatan Lokop sendiri dihuni 7253 orang yang terdiri dari 17 kampung, 616 diantaranya masih hidup dibawah garis kemiskinan.  Hal tersebut disampaikan oleh, Sekretars Camat (Sekcam) Lokop, Jalaluddin, kepada LintasGayo.co beberapa waktu lalu dikantor camat setempat.

Disampaikan, penghidupan masyarakat setempat adalah mayoritas sebagai petani. “Kebanyakan sebagai petani, warga disini hanya kebanyakan berkebun dan bersawah. Disini ada perkebunan karet, pinang, coklat, kopi dan tanaman hortikultura,” terangnya.

“Hanya coklat yang hasilnya lumayan, sedangkan yang lainnya masih belum maksimal,” timpalnya.

Untuk program pengentasan kemiskinan, pemerintah kata Jalaluddin, pada tahun 2013 lalu membantu bibit karet kepada masyarakat di tiga kecamatan di pemukiman Lokop Serbejadi, namun hasilnya belum bisa dinikmati oleh masyarakat. Dan dia juga berharap agar masyarakat lebih giat lagi bersaing dalam sektor pertanian, sehingga tidak ada lagi warga miskin di kawasan itu.

“Agar masyarakat terlepas dari kemiskinan, saya berharap masyarakat di pemukiman Lokop Serbejadi, lebih giat dan mampu bersaing dalam sektor pertanian agar pertumbuhan ekonomi meningkat dan memanfaatkan lahan tidur untuk ditanami, kami dari pemerintahan akan berusaha memprogramkan kebutuhan yang diperlukan oleh masyarakat,” demikian Jalaluddin.

(Ismail Baihaqi | DM)

Comments

comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.