Blangkejeren-LintasGayo.co : Pegawai dan Staf BNNK Kabupaten Gayo Lues melayangkan surat mosi tidak percaya kepada Bupati dan insan pers. Kepala BNNK setempat dinilai tidak bisa memimpin dengan baik dan tidak mau mendegarkan hasil kesepakatan pegawai dan staf saat diadakan pertemuan atupun rapat kesepakatan bersama.
Sesuai dengan surat bernomor ist/2014/BNNK Tanggal 30 Oktober 2014 yang diterima wartawan Kamis (13/11/2014), 11 dari 16 orang staf yang bekerja di BNNK menandatanggani surat tersebut, serta mendesak Bupati Gayo Lues H Ibnu Hasim segera mencopot jabatan Drs.Syamsul Bahri dari Kepala BNNK setempat.
Para staf dan Kasi mengaku tidak lagi nyaman bekerja dibawah pimpinan Drs.Syamsul Bahri, dalam surat mosi tidak percaya itu juga ditulis ada 20 point yang menyebabkan para staf meminta agar Bupati Gayo Lues segera mengantikan kepala BNNK yang selama ini tidak mau berbahasa Gayo meskipun tanah kelahiran aslinya di Desa Bengkik.
“Kepala BNNK Drs.Syamsul Bahri tidak mau menjalin kerja sama dengan Kasat Narkoba, tidak memberikan keadaan kondusif karena membuat kelompok, Tugas Kasubag TU Kasi pencegahan dan Kasi Pemberdayaan di ambil alih Kepala, setiap perjalanan Dinas keluar Kota, tidak mau membuat ND kepada bawahanya, sehingga mengakibatkan roda tidak berjalan lancar, serta berakibat keterlambatan pembayaran gaji tenaga kontrak, kepala menahan SK asli seluruh staf dan tidak membagikanya,” kata Fauzul Iman bersama rekan-rekanya yang menadatangani surat tersebut yang tidak semua dicantumkan.
Kepala BNNK yang dikonfirmasi melalui Hp mengatakan, saat ini sedang kurang sehat, dan surat Mosi tidak percaya itu masih belum diketahuinya apa-apa saja point yang di maksut, sehingga dirinya meminta sebaiknya media tidak terpengaruh dengan apa yang dimotori oleh Fauzul Iman.
“Tak apa-apa sampai ke Bupati surat tersebut, nantikan di klarifikasi sama pak Bupati, insya allah kami kompak dalam kebenaran, dalam kesalahan tentu tidak mau,” katanya sambil menambahkan kalau mengenai keterlambatan pembayaran honor pegawai bukan karena kepala, tetapi disebabkan SPP nya terlambat diajukan oleh Fauzul Iman sebagai PPK ke PPSPM.
Hal tersebut kilah Drs.Syamsul Bahri sebagai penyebab telat diajukan ke KPPN “jadi salah yang bersangkutan sendiri, saya sebenarnya tidak ingin menyalahkan siapa-siapatapi kalau sudah begini kan terpaksa saya sampaikan, Wartawam boleh cek SPP dan SPM ada sama saudara Zulkarnain selaku PPSPM atau cek langsung di KPPN” kilahnya. (Anuar Syahadat)