(Sejumlah Harapan Target Kinerja Untuk Kehidupan Anggotanya)
Darwan Aman Afiz*
MASYARAKAT Gayo yang ada di Jakarta Bogor Depok Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek) adalah salah satu masyarakat urban Jakarta yang merantau dari Aceh kususnya Aceh Tengah dan Bener Meriah, Masyarakat Gayo merantau ke Jabodetabek berawal dari keinginan merubah nasib dengan cara ingin memperoleh pendidikan yang baik, lapangan kerja yang baik, serta ingin memperoleh berbagai peluang dan tantangan kehidupan yang lebih baik dari kehidupan sebelumnya yaitu dataran tinggi Gayo.
Memang senyatanya Jakarta metropolitan banyak mempunyai pilihan fasilitas/infrastruktur mulai dari standar lokal, nasional dan bahkan internasional. Pertanyaannya sudah masyarakat Gayo Jabodetabek berstandar nasional atau udah kwalitasnya standar internasional ?, kalau masih pendidikan, kehidupan kesejahteraan ekonomi, kehidupan sosial masih sama dengan standar kampung asal berarti adalah suatu kesia-siaan (belum adaftif) terhadap banyaknya pilihan fasilitas kehidupan Ibukota seperti kesempatan berapa persen keluarga masyarakat Gayo Jabodetabek anaknya lulus di UI-ITB-UGM atau 10 universitas terbaik di Indonesia bahkan seberapa banyak banyak sudah kuliah di luar negeri dengan peringkat 10 universitas besar dan berapa persen diterima bekerja di BUMN, perusahaan nasional maupun multinasional, berapa persen mejadi pengusaha nasional atau bahkan level internasional, menjadi pakar, dan lain-lain.
Mudah-mudahan masyarakat Gayo perantauan tidak mencari peluang PNS/pekerja ke kampung asal, melobi pejabat daerah kampong asal untuk dapat proyek di daerah, bicara politik dan mungkin ikut pro dan bahkan ada yang kontra terhadap proses politik daerah. Ini berarti kwalitas kehidupannya belum standar Ibu Kota Jakarta walaupun telah hidup didalam kondisi peringkat IPM tertinggi secara nasional.
Kedepan, menurut pikiran penulis ada beberapa pikiran yang perlu dibahas dan dimplementasikan oleh pengurus dan anggotanya Ikatan Musara Gayo (IMG), pada saat Musyawarah Besar (Mubes) yang akan dilaksanakan pada 25 Desember 2013 dan setelahnya adalah fungsi motivasi, inspirasi dan mediasi yang perlu dilakukan dalam hal :
1. Pendidikan:
Umumnya masyarakat Gayo Jabodetabek merantau karena ingin memperoleh kesempatan pendidikan yang lebih baik dan bahkan sudah menjadi kenyataan ada empat professor/Guru Besar di Universitas Indonesia dan menjadi Birokrat di berbagai Instansi pemerintah/ Departemen seperti Kepala Biro/ Direktur eselon II dan dan bahkan sudah yang menjadi Dirut BUMN ini adalah bukti keteguhan mereka yang menjadi inspirasi generasi sekarang, padahal mereka lahir dan pendidikan awal mereka iklaim Aceh tengah sebelum Tahun 1970-an yang semuanya sangat terbatas. kalau ditanya adakah progress kwalitas hasil pendidikan masing-masing keluarga/pembinaan masing-masing keluarga masy Gayo di Jabodetabek dapat mencapai seperti prestasi diatas ? sekali hanya masing-masing keluarga yang bisa menjawabnya ,
Tetapi menurut pengamatan penulis sangat langka anak orang Gayo Jabodetabek kuliah di perguruan tinggi favorit walaupun orangtuanya mempunyai jabatan dan kehidupan yang yang lumayan baik secara ukuran ekonomi, tugas IMG kedepan adalah menetapkan program tahun 2013 adalah yahun penguatan pendidikan anggota IMG dengan cara memberikan mendata, sodialisasi dan inpirasi kepada kelurganya bahwa orang Gayo Jabodetabek adalah lebih sangat dituntut untuk dapat lulus di perguruan tinggi favorit seperti UI-ITB dll ketimbang menuntut saudara kita dikampung, menginagat banyak fasilitas di Jakarta ketimbang di daerah untuk meraih penmdidikan di universitas favorit.
2. Entreprenuership
Sewaktu penulis masih kuliah Tahun 1987 di Fakultas Ekonomi Unsyiah dalam kuliah dosen saya almarhum DR. Dayan Dawood, MA mengatakan salah satu pelambatan Aceh sejahtera adalah karena aceh ekspor entrepernuer seharusnya Aceh impor entrepreneur untuk menciptakan nilai tambah, menciptakan lapangan kerja”. Dalam masyarakat Gayo memang budaya wirausaha masih relatif kurang demikian juga pada tataran nasional jumlah wirausdha masih kurang dari 2,5% dari jumlah penduduk. Untuk merubah mindset masyarakat dari sekarang lebih cendrung menjadi sebagai PNS/pekerja agar IMG memberikan pencerahan bahwa menjadi seorang wirausaha adalah sebagai profesi yang mulia sebagaimana yang diuratakan Menteri Negara BUMN Dahlan Isakan mengajak anak muda menjadi pengusaha karena menjadi pengusaha adalah sosok yang mandiri ketimbang birokrat (Tempo.co.id – Rab, 13 Mar 2013). Untuk merubah mindset dari oroentasi masyarakat Gayo dari pekerja menjadi wirausaha maka IMG ke depan perlu melakukan pendataan, sosialisasi, inspirasi mepada para anggotanya agar berbagai pelaunag dan kesempatan bisnis di Jakarta sebagai pusat bisnis dapat digapai oleh masyarakat Gayo Jakarta. Solusi yang sederhana melalui kelompok arissan dijadikan sebagai program arisanprenuership antar rayon seperti arisan di tempat inovasi, tempat unggulan produksi, bedah bisnis sebagai mana telah dilakukan oleh pusat pusat pengembangan entreprenuesrship seperti di rumah perubahan Rhenald Kasali, Ciputra Emtrprenuership, Bank Mandiri, Kementrian UKM, Magang dan lain-lain.
3. Media Informasi
Sebagaimna faktanya bahwa jumlah kuantitas masyarakat Gayo Jakarta terus berkurang karena factor alami (wafat) maupun karena faktor program KB (jumlah anggota hanya 2-3 orang sehingga enggan merantau) dan Otonomi daerah (formasi PNS, investasi di daerah, bertambahnya pilihan pendidikan di daerah) dalam kondisi semakin minoritas ini Tahun 1988 alamarhum Bapak Abdullah Muda di Banda Aceh mengharuskan “Masyarakat Gayo minoritas sehingga harus superitas”.
Untuk mewujudkan dari minoritas menjadi superitas IMG kedepan perlu mengelola media informasi agar hal-hal yang sifatnya untuk mendapatkan pendidikan yang unggul, peluang ekonomi yang kompetitip, silaturrahmi/komunikasi yang intessif, perlu media informasi yang cepat dan valid agar Masyarakat Gayo Jabodetabek yidak kalah cepat dalam meraih hala hal yang bersipat superitas/unggul, media informasi bisa dari sederhana seperti bulletin sewaktu-waktu, website, blog dan lain lain.
4. R&D
Dalam suatu organiasasi melakukan Research and Development (R&D) adalah suatu keharusan karena untuk mengetahui perubahan kondisi diluar organiasi dan behavior para anggotanya dalam rangka menciptakan kebijakan-kebijakan untuk eksisnya organisasi dalam berhubungan dengan para pemangku kepentingan. IMG Jabodetabek yang anggotanya adalah parantau perlu diberikan arahan, motivasi agar terus eksis sebagai komunitas yang superitas di tengah-tengah suasana metropolitan Jakarta.
R&D ini sangat memberikan arah berjalannya IMG seperti bagaimana mengantisipasi terputusnya komunikasi anak-nak masyarakat Gayo Jakarta dengan para saudaranya di Jakarta, benarkan kwalitas pendidikan anaka-anak Gayo Jakarta lebih baik dengan di Gayo ?, bagaimana mendorong anggotanya dalam politik praktis tingkat nasional (bukan politik tanah kelahiran), mendorong penguatan anggotanya di jajaran birokrasi, menciptakan anggotanya yang kaya semakin kaya yang miskin akan bertambah kaya.
5. IMG Secara Social Perlu Memberikan Pencerahan tentang Tingkat Keterpilihan Pasangan Nikah untuk Peningkatan Bibit Bobot dan Bebet
Almarhum Prof DR. Ibrahim Hasan sewaktu Rektor Unsyiah dalam kuliah umumnya menyarankan adanya upyaya peningkatan bibit, bobot dan bebet dalam masyarakat kita. Tingkat keterpilahan masyarakat Gayo Jabodetabek dirasa relative tidak kuat terhadap komunitas-komunitas nusantara yang ada di Jakarta. Penguatan tingkat keterpilihan pasangan juga bertujuan meningkatakan kulitas bibit yang berbobot dan berbebet sehingga meningkatkan kulitas tarap kehidupan.
Memang tingakat keterpilihan pasangan hidup relatip banyak dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti kondisi ekonomi, sosial, faktor internal keluarga sebagai saringan akhir dan sebagai pemberi kebebasan memilih pasangan hidupnya, adanya keputusan spontanitas dalam menentukan pilihan pasangan hidup.
Clossing Wordnya Leadership dan followership (Kepemimpinan dan kepengikutan)
IMG sebagai perkumpulan para perantau asal Gayo harus bersinergi antara pemimpin, pengurus dan para anggotanya dengan kata lain para pengurus harus taat dan ikut program Ketua dan para anggota harus berpartisipasi didalam tujuan bersama sehingga apa yang menjadi tujuan bersama dapat dikerjakan bersama, dinikmati bersama dan kalau ada khilap juga ditanggung secara bersama.
Selamat melaksanakan MUBES insya ALLAH kita mendapat peningkatan berkah/ kualitas hidup yang lebih baik. Wasallam.
*Wartawan LintasGayo.co di Jabodetabek, anggota Pengurus IMG, darwanhakim[at]yahoo.co.id






