Seniman Gayo Apresiasi Penemuan Atu Mongot

oleh
Uan Daudy
Uan Daudy

Takengon – LintasGayo.co : Seorang seniman muda Gayo, U’an Daudy mengapreasiasi ditemukannya “Atu Mongot (batu menamgis-red)” di hutan Linge oleh tim Yayasan Lebah Program Tropical Forest Conservation Action (TFCA) Sumatera pada 22 Agustus 2013 lalu.

Namun dia meminta agar penamaan batu yang tergolong unik itu tidak dilepaskan dari bahasa pribumi, Gayo. “Saya mengapresiasi temuan tersebut karena menambah kekayaan objek-objek wisata di Tanoh Gayo, namun penamaannya mestinya dengan bahasa Gayo juga. Bukan bahasa Indonesia,” kata Uan kepada LintasGayo.co, Senin 9 September 2013. atu_mongot

Menurutnya, Atu Mongot sudah cocok untuk batu itu. “Jika ada sebutan lain dalam bahasa Gayo boleh juga, tapi jangan berbahasa lain selain Gayo”, ujar U’an. Dia juga berucap terimakasih kepada para penemunya dan sudah mengenalkannya melalui internet.

Seperti diberitakan LintasGayo.co sebelumnya, tim Yayasan Lebah Lebah Program Tropical Forest Conservation Action (TFCA) Sumatera pada 22 Agustus 2013 lalu dan telah mengupload rekaman gambarnya di dunia maya, youtube. (Kha A Zaghlul)

Comments

comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.