[Puisi] Selembar Sajadah di Bah

oleh

Salman Yoga S

Selembar Sajadah di Bah

Selembar sajadah di kampung Bah tertimbun
Warnanya hitam mengulum tanah

Selembar mukena terjemur matahari di Kute Gelime
Mengepak ditiup angin seperti bendera malaikat yang turut berduka

Entah berapa kubah masjid dan menasah merapat ketanah di Ketol
Seperti sujud alam yang tak pernah reda

Zikirnya terdengar menggigil dan dingin sampai ke ulu hati
Lantunan kepiluan seperti suara terompah yang menggema
menyembulkan ayat-ayat panjang dari isyarat kecil
bahwa kita sedang diuji oleh mahabbah-Nya

Takengon, Juli 2013

Comments

comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *