[Puisi] Penjual Tiram pun Malu. VII

oleh
Ahmad di gubuknya. (LGco-Izal)

[Puisi] Penjual Tiram pun Malu. VI

LK. Ara

21
Di sepuluh hari terakhir di bulan ramadhan
Penjual tiram tetap berjualan
Berdiri tegak di pinggir jalan
Mengumpulkan receh sebagai penghasilan

22
Membeli sepotong baju lebaran
Untuk si kecil dalam gendongan
Betapa bahagia penuh perasaan
Hanya itulah jadi tujuan

23
Di luar itu tak terpikir
Apalagi gubuk akan diukir
Hidup sederhana sudahlah takdir
Rasa syukur selalu hadir

24
Namun rasa malu selalu mengganggu
Akhlak pejabat yang keburu nafsu
Menyalahi adat moyang terdahulu
Sopan santun hanya terpajang depan pintu

[SY]

Comments

comments