Sembuh dari Corona, Ini Kata Seorang Warga Bener Meriah

oleh
Petugas Melakukan Evakuasi Terhadap 3 Orang Positif Corona Berdasarkan Rapid Test di Bener Meriah, Menggunakan APD Lengkap. (Ist/LintasGAYO.co)

BANDA ACEH-LintasGAYO.co : Seorang warga Bener Meriah, beberapa waktu lalu terkonfirmasi positif Covid-19, dan kini telah dinyatakan sembuh, setelah hasil swab terakhir dinyatakan negatif Corona.

Adalah BN 23 tahun seorang warga yang tinggal di Kecamatan Permata, Kabupaten Bener Meriah.

Khusus kepada LintasGAYO.co, BN mengatakan kondisinya saat ini baik-baik saja. “Alhamdulilllah sudah negatif,” kata BN, Selasa 12 Mei 2020.

BN mengaku, sejak dirinya dinyatakan positif Corona kondisi kesehatannya tidak terganggu. “Mungkin ini yang dengan Orang Tanpa Gejala, saya dinyatakan positif, tapi gejala yang dirasakan tidak ada sama sekali,” ungkapnya.

Dikatakan, sebelum tiba di Bener Meriah, bersama beberapa santri Ponpes Al Fatah, Temboro, Magetan, Jawa Timur, beberapa waktu lalu, BN mengatakan bahwa pihaknya sudah dilakukan pemeriksaan kesehatan.

“Waktu itu, kami dinyatakan sehat, dan diperbolehkan pulang. Di Bandara juga sudah discreening,” katanya.

Tiba di rumah, kata BN lagi, ia menjalani karantina selama 7 hari. Dan datang pihak Puskesmas untuk melakukan rapid test.

“Waktu itu, hasil rapid test pertama non reaktif, baru kemudian setelah beberapa hari dilakukan rapid test kedua dan menunjukkan hasil reaktif,” terangnya.

Usai dinyatakan reaktif rapid test, kemudian BN bersama dua orang lainnya dibawa ke Banda Aceh guna diambil spesimen swab nya, untuk pengetesan lebih lanjut.

“Setelah tiba di RSUZA, kami diambil spesimen tenggorokan dan hidung, hasilnya dinyatakan positif Corona,” kata BN.

Meski dinyatakan positif, BN terus mengatakan dirinya tak merasakan gejala apapun. Dari beberapa literatur, seorang yang daya imunnya kuat, kemungkinan kecil akan merasakan gejala sebagaimana banyak orang merasakan seperti demam tinggi, sakit tenggorokan dan sesak nafas.

Hari demi hari dijalani BN menikmati masa karantinanya, tanggal 6 Mei 2020 lalu, BN kembali diambik spesimen swabnya. “Alhamdulillah, saat itu sudah negatif, dua hari setelah itu yakni tanggal 8 Mei diambil lagi, dan hasilnya juga negatif,” kata BN.

Efek Sosial

BN mengaku, adanya efek sosial yang dirasakan keluarganya saat dinyatakan dirinya positif Corona. “Ia keluarga dapat efek sosial dari masyarakat, jadi masyarakat itu takut menganggap Corona itu seperti mencabut nyawa gitu, masyarakat panik mungkin dari cara penjemputan itu ya,” katanya.

Pun begitu, BN menghimbau kepada masyarakat untuk tidak terlalu panik. “Tetap ikuti protokol kesehatan yang dianjurkan pemerintah,” terangnya.

BN mengaku, bahwa dirinya sempat diberitahu oleh teman-temannya bahwa ia sudah wafat. “Buktinya saya masih sehat-sehat aja kan,” katanya.

[Sutris/DM]

Comments

comments