Kabupaten Gayo Lues Maju, Jangan Abaikan Pining

oleh
Hasil Buruan Warga Pining. (Ismail Paling Kanan)

Catatan : Ismail Baihaqi*

Gayo Lues, Negeri Seribu Bukit begitu julukannya. Kini daerah ini menuju gerbang kemajuan dari segala sektor. Namun begitu, ada satu wilayah Kecamatan yang kondisinya masih terisolir. Kecamatan  itu ialah Kecamatan Pining yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Aceh Timur dan Aceh Tamiang.

Jika ditelisik dari potensi alamnya, Pining merupakan daerah yang potensi untuk pertanian. Tanah yang subur menjadikan daerah ini sebenarnya bisa dijadikan sentra holtikultura, pisang, kelapa, durian, coklat, kemiri hingga kopi. Namun, sampai saat ini potensi tersebut belum tergali secara maksimal.

Secara administratif Kecamatan Pining terdiri dari 9 kampung dan 2 kemukiman yang dihuni oleh 5000 jiwa lebih. Hampir 95 persen masyarakatnya menggantungkan hidup dari bertani. Secara tektur, Kecamatan Pining juga masih terdapat hutan-hutan yang begitu asri. Masyarakat juga memanfaatkan hasil hutan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Namun kenapa daerah ini masih saja terisolir. Penyebabnya adalah akses jalan. Sebenarnya di Pining dilintasi 2 jalan yang menghubungkan Pining-Lokop Serbejadi di Aceh Timur dan Pining-Pulo Tige di Aceh Tamiang. Jika jalan ini diaktifkan dan dibenahi, jarak tempuh Gayo Lues-Sumatera Utara sangatlah dekat.

Minimnya pengembangan ruas jalan di Pining menjadi penyebab masyarakatnya terisolir dan miskin. Jika ruas jalan ini kemudian ditingkatkan, tidak mustahil kemajuan Gayo Lues semakin terasa, karena semua komoditi yang ada di Gayo Lues sangat dekat di oper ke Sumut.

Beberapa waktu lalu, saat Musrenbang Kecamatan yang dihadiri Wakil Bupati Gayo Lues, Said Sani. Ia sempat berujar, kemajuan Gayo Lues sangat tergantung kepada pembangunan kawasan Pining. Jadi mengabaikan Pining sama saja menghambat kemajuan Gayo Lues secara keseluruhan.

Saat itu, Wabup mengajak seluruh SKPK untuk tidak mengabaikan permintaan warga Pining saat Musrenbang. Ia memerintahkan, SKPK menjadikan usulan dari Pining sebagai prioritas pembangunan di Gayo Lues. Agar misi kemajuan daerah segera terwujud.

Menanggapi itu, masyarakat Pining bersuka cita. Mereka berharap, apa yang telah disampaikan Wabup bukan semata hanya pepesan kosong, yang acap kali terjadi di setiap Musrenbang dimana setiap tahunnya kegiatan ini digelar. Banyak juga yang beranggapan bahwa Musrenbang hanya sekedar formalitas menghabiskan anggaran, realitasnya usulan masyarakat tak pernah kesampaian.

Masyarakat Pining juga harus proaktif menagih setiap perkataan dari pejabat daerah. Jangan hanya menjadi penonton ditengah kemajuan tersebut. Jika ingin maju, masyarakatnya harus lebih giat mendesak Pemerintah. Semoga saja apa yang telah ditekankan oleh Wabup Gayo Lues biasa terealisasi.

*Putra Pining

Comments

comments