Hukum Keber Ari Gayo Lingkungan Terbaru

Penerang Jalan Dua Jalur Lukup Badak Padam Berbulan, Pemabuk dan Buang Sampah Leluasa


TAKENGON-LintasGAYO.co : Warga sekitar jembatan Lukup Badak yang merupakan batas Kecamatan Pegasing dan Bies keluhkan penerang jalan yang padam selama beberapa bulan terakhir.

Pasalnya, akibat tidak menyalanya lampu jalan dua jalur ini berdampak negatif dengan terjadinya pelanggaran hukum.

“Dengan kondisi gelap gulita, kawasan ini sering dijadikan sebagai tempat mabuk-mabukan oleh berandal-berandal. Lain itu, ada yang buang sampah dan bangkai hewan ke sungai dari atas jembatan,” ungkap Selamat, warga setempat, Rabu 6 Februari 2019.

Dia berharap pihak terkait lebih peka melihat perkembangan di masyarakat. “Kawasan jembatan Lukup Badak sudah menjadi destinasi wisata unggulan saat ini dengan kehadiran wahana arung jeram, banyak wisatawan dari luar yang datang, harusnya kita malu jika kawasan ini terkesan tidak terurus,” kata Selamat.

Dia mencontohkan tanaman di median jalan yang bersemak, sangat mengganggu pemandangan.

“Mohon dibenahi oleh pihak terkait, selama ini kami yang bersihkan semampu kami,” tandas Selamat yang mengaku juga kesulitan membuang sampah dan harus ke Tempat Pembuangan Sementara (TPS) di pusat Kota Takengon.

Sementara itu warga lainnya, Hardan mengatakan sejak adanya wisata arung jeram yang bermarkas tepat di jembatan Lukup Badak, kenakalan remaja pada siang hari berkurang drastis.

“Sebelum adanya wahana arung jeram, jalur dua ini menjadi tempat remaja melalukan aksi tidak terpuji seperti balap liar dan merokok saat bulan puasa. Kerap terjadi kecelakaan saat mereka melakukan aksi balap liar itu, serta mengganggu pengguna jalan lainnya,” katanya.

Ia pun sepakat dengan apa yang dikatakan Selamat. “Siang sudah berkurang, namun malam lokasi ini tetap menjadi ajang maksiat bagi para pemabuk. Dan kebanyakan dari mereka adalah remaja, saya sering melihat mereka melakukan tindakan itu digelapnya malam. Jika ada penerang, kemungkinan hal itu tidak akan lagi terjadi,” katanya.

[Darmawan Masri]

Comments

comments