Hukum Keber Ari Gayo Terbaru

Lagi, Ratusan Warga Serbu DPRK Aceh Tenggara


KUTACANE-LintasGAYO.co : Gedung DPRK Aceh Tenggara kembali menjadi sasaran pendemo dalan minggu ini di bumi sepakat segenep. Pasalnya, dalam satu minggu  ini sudah lebih tiga kali pengunjuk rasa melakukan orasi di depan Gedung Rakyat itu.

Kali ini warga Pajak Dhuafa yang tergabung dalam Aliansi Peduli Pajak Dhuafa Penegak Keadilan menyerbu kantor DPRK Aceh Tenggara (Agara) Kamis 24 Januari 2019. Massa yang bergerak dari Pajak Dhuafa dengan membawa berbagai tulisan seperti periksa panitia pembagian kios Dhuafa, tangkap dan adili pejabat otoritas pengadaan tanah dhuafa.

Mereka menuntut agar pemilik Kios dhuafa yang lama dievaluasi. Sebab besar dugaan yang menempati Kios dhuafa bukan orang dhuafa melainkan orang yang mampu.

Zulkarnaen dalam orasinya mengatakan saat ini yang menempati lokasi Kios dhuafa adalah warga yang tinggal di bantaran sungai Kali Bulan yang rumahnya sudah amblas hanyut diterjang banjir bandang beberapa hari yang lalu.

“Kamk untuk makan saja sudah sudah, walau beberapa hari yang lalu ada bantuan dari Pemerintahan Aceh. Namun sampai saat ini belum ada yang disalurkan,” tegasnya.

Zulkarnaen juga meminta kepada penegak hukum agar dilakukan audit dan pemeriksaan kepada instansi terkait pada saat pembangunan dan pengadaan tanah untuk kios Dhuafa.

Setelah melakukan orasi didepan Gedung DPRK, warga dhuafa diterima oleh beberapa anggota DPRK diantaranya T.DedyFaizal dari partai Aceh, Hasanusi dari partai Golkar, Hafri Gunawan dari partai Golkar

Hasanusi mengatakan tuntutan dari warga akan dibawa kepada pimpinan DPRK. “Kalau bisa hari Senin nanti kita akan menggelar rapat dengar pendapat bersama Pemkab,” katanya.

Terpisah, Husaini salah seorang warga penghuni kios dhuafa mengatakan saat ini pengelola kios telah mengusir 220 jiwa yang tinggal di kios tersebut.

Ia melanjutkan, pihaknya juga kecewa hingga saat ini belum ada bantuan yang disalurkan kepada korban banjir bandang. “Kemarin itu, ibu Gubernur sudah bawa bantuan bersama Dinsos Aceh. Kami hanya liat truknya, tapi tidak tahu isinya apa,” keluh Husaini dengan mata berkaca-kaca.

[Jubel/DM]

Comments

comments